Tangerang (ANTARABanten) - Jalan raya antarprovinsi yang menghubungkan Kabupaten Tangerang, Banten dengan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami rusak parah sehingga belum diperbaiki sejak awal 2010.


Pantauan Rabu menunjukkan, jalan yang menghubungkan Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang dengan Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor itu rusak sehingga sulit dilalui kendaraan jenis sedan.

Kerusakan jalan itu akibat kendaraan dengan tonase besar melintas tanpa adanya pengawasan dari aparat terkait. Padahal jalan penghubung antarprovinsi itu sebagian telah menggunakan konstruksi semen cor bertulang.

Namun penyebab kerusakan jalan akibat truk membawa pasir basah melintas tiap hari dengan berat mencapai 30 hingga 45 ton.

Kerusakan jalan terutama di kawasan Bojong Nangka, Carang Pulang, dekat Pasar Legok, dekat jembatan timbang maupun sekitar pabrik elektronika.

Bahkan dari 12,1 km panjang jalan itu, yang mengalami kerusakan mencapai 7,6 km meski telah dilakukan upaya perbaikan menggunakan tanah dan pasir.

"Pada ruas jalan rusak, ada saja setiap hari pengendara sepeda motor yang jatuh," kata Misnan, warfga Desa Legok, Tangerang.

Pendapat serupa juga diutarakan penduduk lainnya, Jauhari dan Usman, warga Desa Bojong Nangka, Tangerang.

Akibat kerusakan jalan sejak tahun lalu itu, maka warga setempat sudah beberapa kali mengusulkan kepada DPRD Kabupaten Tangerang dan bupati setempat untuk diperbaiki.

Sementara itu, Bupati Tangerang, H. Ismet Iskandar mengatakan bahwa kewenangan untuk perbaikan jalan di kawasan Legok dilakukan oleh PU Bina Marga Provinsi Banten.

Menurut dia, status jalan tersebut merupakan jalan penghubung antarprovinsi, maka pihaknya tidak berwenang memperbaiki.