Cilegon (ANTARABanten) - Aksi demo buruh kontrak yang terjadi Rabu (23/6) tidak mengganggu kegiatan operasi PT Krakatau Steel, seluruhnya masih berjalan sesuai rencana.
    "Krakatau Steel masih beroperasi baik, sesuai rencana dan tidak terganggu demo," kata Vice Presiden Corporate Communication PT Kraktau Steel, Wawan Hermawan di Cilegon, Kamis, menyangkut aksi demo buruh kontrak yang terjadi Rabu (23/6).
Demo itu dilakukan oleh Serikat Buruh Krakatau Steel (SBKS) yang menuntut pencairan pesangon sehubungan kontrak kerja mereka akan berkahir pada akhir Juni ini.
    Wawan menegaskan bahwa yang berdemo itu bukanlah karyawan PT Kratakau Steel (PTKS) melainkan tenaga kerja dari perusahaan-perusahaan rekanan PTKS untuk suatu pekerjaan tertentu. Sedangkan ribuan karyawan PTKS tergabung dalam Serikat Karyawan Krakatau Steel (SKKS).
    Dia menjelaskan bahwa PT KS memang melakukan kontrak kerja sama dengan sejumlah perusahaan selaku pemborong untuk sejumlah pekerjaan.
    ”Jadi mestinya soal pesangon ditanykan kepada perusahaan asal mereka, sejauh ini PTKS sudah memenuhi kewajiban kepada perusahaan rekanam termasuk dalam pembayaran," tegas Wawan.
    Sehubungan dengan demo, Wawan mengakui pula bahwa PTKS telah membentuk tim untuk percepatan penyelesaiannya.
    Sementara Ketua Umum SKKS menyatakan bahwa SKKS merupakan satu-satunya serikat pekerja yang diakui secara hukum. ”SKKS adalah satu-satunya serikat pekerja di PT. Krakatau Steel yang diakui secara hukum dan kami tidak terlibat dalam aksi demo tersebut” ujar Arief Purnomo (24/06).
    Arief juga menambahkan ”kami dalam posisi menjaga perusahaan beserta operasionalnya tidak terganggu sebab jika perusahaan jaya maka karyawan sejahtera”.
”Sebagai solidaritas, kami SKKS, membuka diri kepada semua organisasi serikat pekerja untuk melakukan koordinasi ataupun diskusi terkait fungsi serikat pekerja” imbuhnya lebih lanjut.
    Ia juga menghimbau agar pihak manajemen PTKS dapat menyelesaikan persoalan ini dengan tetap berpegang pada aspek legal serta menghargai hak-hak pekerja.
    "Tetap bekerja diatas segalanya, mengingat kebutuhan hidup bukan persoalan mudah dan PTKS adalah sawah ladang kita bersama,” tutupnya. ***2***

(T.G001/
3:51 PM 6/24/2010