Tangerang (ANTARA) - Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) di Provinsi Banten resmi tercatat sebagai perguruan tinggi pertama di Asia Tenggara yang bergabung dalam program global WordPress Credits (WP Credits).
Rektor Institut Teknologi Tangerang Selatan, Ir. Onno Widodo Purbo di Tangerang, Kamis, mengatakan masuknya ITTS dalam WP Credits membuka koridor baru bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia.
Pasalnya mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga langsung terintegrasi ke dalam ekosistem open-source (sumber terbuka) WordPress tingkat dunia serta membangun portofolio profesional sejak dini.
Baca juga: Mahasiswa UMJ borong juara 1 di YOT VI 2026 International Karate Championship
"Melalui program ini, kontribusi nyata yang diberikan mahasiswa dalam berbagai proyek WordPress dapat dikonversi menjadi kredit akademis sekaligus dihitung sebagai pengalaman profesional yang setara dengan magang industri," kata Ir. Onno dalam keterangannya.
Perlu diketahui WordPress Credits merupakan inisiatif internasional dari WordPress Foundation yang dirancang untuk menjembatani dunia akademik dengan ekosistem digital global.
Bagi ITTS, lanjut Ir. Onno, hal ini jadi langkah strategis dan wujud nyata transformasi model pendidikan teknologi agar selaras dengan kebutuhan industri modern yang bergerak cepat.
"Mahasiswa tidak lagi sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan didorong untuk memecahkan persoalan dunia nyata, menghasilkan karya, serta berkolaborasi dengan komunitas dan pakar lintas negara," katanya.
Baca juga: Pemkab Serang optimalkan potensi desa lewat kolaborasi dengan UI
Ia menegaskan bahwa integrasi kurikulum kampus dengan proyek open-source berskala global merupakan kunci utama dalam mencetak talenta digital yang kompetitif.
“Keterlibatan mahasiswa ITTS dalam ekosistem WordPress global bukan sekadar soal mengisi jam kuliah, melainkan bukti bahwa anak-anak muda Indonesia mampu berkontribusi nyata pada teknologi yang digunakan oleh jutaan situs web di seluruh dunia,” ujarnya.
Melalui program WP Credits, nantinya proses belajar mengajar bertransformasi menjadi ajang pemecahan masalah secara langsung, penulisan kode (coding), hingga kolaborasi lintas budaya. Hal ini dinilai menjadi amunisi portofolio internasional yang sangat berharga bagi karier profesional mereka kelak.
Selain itu, dalam program WordPress Credits, ruang kontribusi bagi mahasiswa terbuka sangat luas. Menurut Onno, para mahasiswa dapat memilih dan menyalurkan keahlian mereka secara fleksibel ke dalam berbagai bidang teknis.
Baca juga: Hadapi era digital, ANTARA beri literasi media mahasiswa UHO Kendari
“Mahasiswa ITTS dapat menyalurkan kemampuan pada berbagai bidang kontribusi, mulai dari pengembangan perangkat lunak (coding), desain antarmuka (UI/UX), keamanan siber, lokalisasi bahasa, hingga dokumentasi teknis,” jelas Onno.
Pooja Derashri dari perwakilan WordPress Foundation, menyambut baik kolaborasi ini serta menyoroti pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri.
Dari sisi ekosistem global, pelibatan institusi pendidikan melalui WordPress Credits dipandang sebagai strategi krusial untuk menjaga keberlanjutan komunitas open-source. Kemudian program tersebut membawa dampak luas bagi masa depan ekosistem digital dunia.
“Bagi WordPress, ini merupakan langkah besar dalam regenerasi dan rekrutmen kontributor dunia, standardisasi serta peningkatan kualitas kontribusi, mendorong inklusi dan demokratisasi akses digital, menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan industri, serta memperkuat ekosistem open-source dunia,” ujar Pooja Derashri.
Sebagai informasi, program WordPress Credits pertama kali diluncurkan melalui kerja sama dengan Universitas Pisa dan resmi diumumkan ke publik pada ajang internasional WordCamp Europe 2025.
Baca juga: Dahnil Anzar nilai Prabowo pemimpin tepat di tengah ketidakpastian global
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Lukman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.