Tangerang (ANTARA) - Pradita University di Tangerang memperluas konsep living laboratory dengan menggandeng perhotelan yakni mahasiswa tidak hanya belajar di kelas namun merasakan langsung operasional industri guna menyiapkan lulusan yang siap pakai dunia usaha.
Ketua Yayasan Pendidikan Pradita Indonesia Aida Halim di Tangerang Sabtu mengatakan program ini akan mulai diterapkan pada ajaran baru di bulan September 2026 mendatang. Nantinya mahasiswa program pariwisata jalani pembelajaran di lingkungan operasional hotel selama dua semester.
Adapun lokasi yang dijadikan pilot project implementasi program living laboratory adalah di Harris Hotel & Convention Serpong dan PT Ascott International Management Indonesia.
Baca juga: Dispora-Pradita kerja sama terkait beasiswa atlet berprestasi
Ia mengatakan kolaborasi ini menjadi implementasi nyata pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang diterapkan Pradita University. "Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari penguasaan teori, tetapi juga dari kompetensi nyata yang dimiliki mahasiswa sesuai kebutuhan industri," kata Aida.
Aida juga mengatakan pendidikan tinggi saat ini harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia profesional sejak dini.
Selain itu, program ini melengkapi yang telah dijalankan Pradita University sebelumnya dengan Cangopi. Setiap tahunnya sekitar 40 mahasiswa dari berbagai program studi terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis Cangopi sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Baca juga: Pradita University Tangerang tampilkan aplikasi ruang parkir kosong
Country Director of People & Culture PT Ascott International Management Indonesia Albertha Sekundarti menambahkan sinergi antara dunia pendidikan dan industri menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem pengembangan talenta yang berkelanjutan.
Apalagi Pradita University juga memanfaatkan berbagai kawasan dan unit bisnis Summarecon sebagai ruang belajar nyata bagi mahasiswa lintas program studi.
Pendekatan ini terbukti memberikan dampak positif terhadap kesiapan kerja lulusan dengan sedikitnya 33 mahasiswa telah terserap menjadi karyawan melalui berbagai program pembelajaran berbasis industri yang dijalankan universitas.
"Kami memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman operasional, budaya pelayanan, serta praktik terbaik yang kami miliki, sekaligus memperoleh perspektif baru dari dunia akademik," katanya.
Baca juga: Kolaborasi kampus penting guna ciptakan masa depan bermakna
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.