Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Menteri Luar Negeri periode 2001-2009 Noer Hassan Wirajuda menekankan pentingnya penguatan program swasembada pangan di seluruh daerah di Indonesia di tengah gejolak geopolitik global.
Ia mengatakan, pemerintah harus segera menguatkan kemandirian bangsa melalui kebijakan penguatan pangan oleh pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.
"Dari berbagai bidang memang kita harus mengarah pada kemandirian. Harus mengarah pada self-sufficiency. Kita memenuhi kebutuhan kita sendiri. Sebab kalau terjadi disrupsi, hambatan karena perang, tempat lain karena krisis, tempat lain kita relatif harus bisa," ucapnya usai menghadiri acara Tangerang International Development Seminar (TIDS) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin.
Baca juga: Dukung ketahanan pangan, Polda Banten panen 29,5 ton jagung
Menurutnya, situasi global yang tak pasti akibat perang yang sedang terjadi di Iran dan Ukraina berpotensi menggagalkan target ketahanan pangan dalam negeri.
Sehingga, pemerintah pusat dan daerah didorong agar bisa membangun kemandirian untuk memenuhi target swasembada pangan dalam negeri.
"Itu yang harus menjadi prioritas. Jadi, sebab kita tidak bisa tebak apa yang terjadi tahun depan. Apa krisis mana lagi?, perang di mana lagi yang akan terjadi?" ujarnya.
Baca juga: Tahun ini, Pemprov Banten targetkan produksi padi tembus dua juta ton
Hassan juga menegaskan, keberhasilan dalam menjaga target ketahanan pangan tersebut sama dengan menyelamatkan kehidupan bangsa di tengah krisis global.
"Gejolak dunia yakni perang Iran, Ukraina yang menghambat lintasan pangan dan jasa di Selat Hormuz, maka arus energi, minyak dan pupuk menjadi terhambat," ungkapnya.
Ia bilang, untuk mencapai tujuan kemandirian itu kata kunci sebagai simbol optimisme di tengah ketidakstabilan global tidak lepas dari kontribusi para kepala daerah dalam mewujudkan konsep pembangunan Sustainable Development Goal's (SDGS).
"Tapi saya kira pemerintah mengarah pada kemandirian kita sebagai bangsa," kata dia.
Baca juga: Presiden Prabowo targetkan swasembada energi paling lambat 2029
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026