Tangerang (ANTARA) - Sekjen Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (DNKEK) Rizal Edwin Manansang mengatakan pengembangan sektor kesehatan yang terintegrasi dengan teknologi dan pendidikan di KEK ETKI memberikan dampak peningkatan ekonomi daerah karena memiliki potensi dikunjungi orang dari berbagai negara.
Rizal Edwin Manansang di Tangerang, Jumat, mengatakan pengembangan KEK ETKI di daerah dan ada sektor kesehatan di dalamnya memiliki peran strategis bagi perekonomian Indonesia. Pasalnya, setiap tahun hampir dua juta masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri.
"Dengan hadirnya Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten diharapkan dapat menyediakan fasilitas kesehatan berstandar global serta pelayanan medis berkualitas internasional yang setara dengan luar negeri," kata Rizal Edwin Manansang usai acara seremoni Topping Off medical suiters di D-Hub SEZ BSD City Tangerang, Jumat.
Baca juga: Investasi di KEK ETKI Banten diproyeksikan tembus Rp18,8 triliun
Berdasarkan data, KEK ETKI Banten di wilayah BSD City Tangerang hingga akhir 2025 telah mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,19 triliun, menyerap 836 tenaga kerja, serta melibatkan 14 pelaku usaha.
Sementara itu, dalam lima tahun pertama, kawasan ini diperkirakan mampu menghemat devisa keluar hingga Rp1,5 triliun serta berpotensi menghasilkan devisa sebesar Rp4,2 triliun.
"Capaian ini menunjukkan bahwa KEK semakin berperan dalam mendorong investasi dan pengembangan sektor-sektor baru, termasuk sektor kesehatan," tambahnya lagi.
Tak hanya itu saja, lanjut Rizal, KEK ETKI juga diharapkan mampu menarik pasien dari luar negeri untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi berobat.
Sehingga, masyarakat tidak hanya pergi ke Penang, Singapura, atau Malaka untuk mencari RS berkualitas tetapi juga di Banten dapat menjadi tujuan layanan kesehatan berstandar internasional.
"Apalagi saat ini Indonesia sedang berada dalam fase transformasi ekonomi. Namun, ketidakpastian global mulai dari tensi geopolitik hingga dinamika perekonomian dunia menuntut setiap pihak untuk memperkuat fondasi ekonomi sekaligus mendorong berbagai inovasi," kata dia.
Baca juga: 2026, KEK ETKI Banten akan berfokus sektor kesehatan dan pendidikan
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menambahkan saat ini terdapat sekitar 135 rumah sakit di Provinsi Banten dengan beragam klasifikasi, mulai dari standar internasional hingga nasional, serta tipe A, B, dan C.
Sementara itu sektor kesehatan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan kualitas hidup manusia yang lebih baik bagi individu maupun bagi bangsa.
Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan senantiasa berkomitmen untuk mewujudkan “Banten Sehat” melalui berbagai upaya peningkatan akses serta kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
"Kehadiran Gedung Medical Suite di bawah naungan Sinar Mas Land ini tentu menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi kami dan masyarakat Banten," kata dia.
Baca juga: Komisi VII DPR soroti ekosistem KEK yang belum lengkap dalam RUU Industri
Gedung Medical Suite, lanjutnya, ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan sebuah fasilitas yang membawa harapan besar dalam peningkatan layanan kesehatan masyarakat.
Peresmian yang dilakukan hari ini juga bukan hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi simbol komitmen jajaran direksi dan manajemen dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan, khususnya dalam menyediakan layanan kesehatan yang modern, terintegrasi, dan berstandar tinggi.
"Dalam beberapa tahun terakhir, upaya pengembangan medical tourism telah menunjukkan hasil positif, di mana mulai hadir pasien maupun wisatawan asing yang datang untuk berobat," kata dia.
Selain itu, fasilitas yang eksklusif dan nyaman di dalam medical suite ini diharapkan mampu memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi pasien. Tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga dari sisi kenyamanan dan kepuasan selama proses perawatan, sehingga dapat mendukung proses penyembuhan secara optimal.
"Kami berharap, setelah peresmian ini, fasilitas medical suite dapat segera beroperasi secara optimal sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas. Pada akhirnya, hal ini akan berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Provinsi Banten dan Indonesia pada umumnya," katanya.
Baca juga: Tanjung Lesung perkuat komitmen kembangkan pariwisata berkelanjutan
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026