Tangerang (ANTARA) - Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan mengajak mahasiswa dan organisasi kepemudaan mengambil peran aktif dalam memperkuat kualitas pendidikan dan perlindungan anak.
"Generasi muda tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek penting dalam menciptakan perubahan," kata Maryono saat membuka seminar nasional pendidikan anak yang digelar oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) di Gedung MUI Kota Tangerang, Rabu.
Ia mengatakan mahasiswa harus hadir sebagai agen perubahan. Sebab bangsa ini membutuhkan peran nyata generasi muda dalam mendampingi, melindungi, dan mengembangkan potensi anak
Apalagi inisiatif PMII bersama LPAI merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif terkait pentingnya pendidikan anak yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.
"Kehadiran psikolog anak sekaligus Ketua LPAI Seto Mulyadi turut memperkaya perspektif dalam upaya perlindungan hak anak," ujarnya.
Baca juga: Operasional RSUD Panunggangan Barat Kota Tangerang dipercepat
Maryono menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, dan lembaga perlindungan anak menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi Kota Tangerang yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Maka itu seminar nasional ini dapat menjadi titik awal lahirnya gerakan konkret yang digagas dan dijalankan oleh generasi muda untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak.
“Semoga kegiatan ini melahirkan aksi nyata yang berkelanjutan demi masa depan anak-anak Kota Tangerang,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tihar Sopian mengatakan sejumlah program prioritas yang dilaksanakan di antaranya perlindungan perempuan dan anak dengan mengoptimalkan layanan melalui aplikasi Silacak Perak sebagai sarana pelaporan cepat dan mudah bagi masyarakat.
Baca juga: PMI Kota Tangerang bersama Siegwerk salurkan bantuan ke Sumatera
Selain layanan daring, kata Tihar, DP3AP2KB juga memperkuat layanan luring melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) yang memberikan layanan pendampingan, konseling, serta penanganan kasus secara 24 jam.
“Layanan Puspaga juga akan terus dihadirkan dalam berbagai kegiatan publik seperti car free day dan festival kota untuk menjangkau masyarakat lebih luas,” katanya.
Kemudian program Generasi Berencana (GenRe) tetap menjadi salah satu fokus utama dalam membekali remaja dan pemuda agar siap menghadapi kehidupan berkeluarga, mulai dari kesehatan reproduksi, kesehatan mental, hingga perencanaan masa depan.
DP3P2KB juga melanjutkan pembinaan Forum Anak Kota Tangerang yang melibatkan anak-anak usia 0–17 tahun hingga tingkat nasional.
“DP3P2KB juga melanjutkan program Sekolah Ayah, yang menekankan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sebagai tanggung jawab bersama dalam keluarga,” ujarnya.
Baca juga: Pemkot Tangerang beri perlindungan sosial pada 22 ribu pekerja rentan
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026