Lebak (ANTARA) - Khatib Shalat Idul Fitri 1446 H di Alun-Alun Rangkasbitung, Lebak, KH Pupu Mahpudin mengatakan kalimat takbir "Allah Akbar " yang dikumandangkan umat Muslim di Indonesia untuk menyambut Hari Raya mampu memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

"Persatuan dan kesatuan bangsa juga diwujudkan dalam pertempuran di Surabaya pada 10 November 1945 melawan penjajah ," katanya di hadapan ribuan jamaah Shalat Idul Fitri di Alun-alun Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Senin.

Begitu dahsyat kalimat takbir Allah Akbar hingga mampu memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa juga mempersatukan keagamaan.

Masyarakat Indonesia yang memiliki keanekaragaman keyakinan, suku, bahasa, dan budaya, namun perbedaan itu dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca juga: Presiden Prabowo dan Wapres shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal

Selama ini, persatuan dan kesatuan bangsa terus diperkuat untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia agar tercapai kehidupan yang sejahtera.

Karena itu, diperlukan empat peran untuk merealisasikan kesejahteraan mulai pemerintah, ulama, rakyat dan pengusaha.

Jika komponen itu bersatu juga memiliki tugas dan pokok masing-masing dilaksanakan kehidupan masyarakat akan sejahtera dan mampu meminimalisasi kemiskinan.

Pertama peran pemerintah yang memiliki kebijakan tentu kebijakannya harus berbasis pro rakyat juga kedua ulama harus memberikan masukan yang positif dalam upaya membentuk karakter bangsa agar terhindar dari perbuatan korupsi.

Ketiga peran pengusaha jika mendapatkan tender proyek pembangunan infrastruktur dapat melaksanakan dan merealisasikan sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Baca juga: Sejumlah masjid di Kota Solo sudah laksanakan Shalat Idul Fitri

Apabila, mereka itu melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan ketentuan, selain haram juga bisa berhadapan dengan hukum.

Sedangkan, ketiga peran rakyat dapat mewujudkan kehidupan yang aman dan damai di tengah masyarakat.

"Kita meyakini pembangunan akan sejahtera jika peran pemerintah, ulama, pengusaha dan rakyat bersinergi," kata Ketua MUI Lebak.

Menurut dia, pada Hari Raya Idul Fitri itu, dimana umat Muslim yang memiliki harta berlebih dapat membantu kepada masyarakat miskin.

Sebab, sikap dermawan untuk berbagi dengan masyarakat yang tidak mampu merupakan perintah Allah agar mereka bisa merayakan Lebaran.

Selain itu juga berbagi rejeki dapat membahagiakan dan meringankan beban ekonomi masyarakat miskin.

Dengan demikian, umat Muslim yang kaya tentu dapat membantu anak yatim piatu, janda dan masyarakat miskin.

Sebab, jangan sampai umat Muslim pada Lebaran ini tidak berlebihan dengan membeli pakaian , makanan hingga perhiasan.

"Kita sambut Lebaran itu dengan sederhana dan menjaga kesucian setelah satu bulan melaksanakan puasa Ramadhan," katanya.

Baca juga: Mayoritas negara Arab rayakan Idul Fitri hari ini



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026