Serang (AntaraBanten) - Komisi III DPRD Banten meminta dinas kebudayaan dan pariwisata segera membenahi kawasan wisata ziarah Banten Lama, di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, karena destinasi wisata religi tersebut kumuh dan tidak tertata dengan baik.


Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Muhlikhah di Serang, Rabu mengatakan pihaknya sudah melakukan audiensi dengan Plt Gubernur Banten Rano Karno dan meminta agar Pemprov Banten segera membenahi kawasan Banten lama. Karena kawasan wisata ziarah Banten lama tidak kalah bagus dan menariknya dengan kota tua di Jakarta, jika dikelola dengan baik.

Apalagi, kawasan Banten lama merupakan ikon Banten yang memiliki nilai sejarah tinggi serta merupakan situs peninggalan kejayaan Kesultanan Banten.

"Belum lama ini kami melakukan kunjungan ke Museum Fatahillah dan Kota Tua di Jakarta, ternyata pengelolaannya sangat bagus. Tentunya ini bisa dilakukan di Banten lama, karena Banten lama juga memiliki Museum Kepurbakalaan," kata Muhlikhah yang juga kordinator Komisi III usai melakukan audiensi dengan Rano Karno bersama anggota Komisi III DPRD Banten FL. Tri Satriya Santosa (Fraksi PDI P), Diana Drimawati Jayabaya (Fraksi PDI P), Desy Yusandi (Fraksi Golkar), Encop Sofia (Fraksi Gerindra), dan Tuti Elfita (Fraksi PKS).

Menurut Muflikhah, ia selaku masyarakat Banten merasa prihatin dengan kondisi kawasan Banten lama yang tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Pemprov Banten melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwasata segera membenahi kawasan wisata Banten lama sehingga menjadi kawasan wisata yang menarik dan nyaman untuk dikunjungi.

Untuk pembenahan wisata Banten lama, kata Muflikhah, Pemprov Banten dan kabupaten/kota terkait harus saling berkoordinasi untuk menyelesaikan berbagai permasalahannya, yakni melakukan pendekatan secara intensif dengan pihak pengelola Banten lama.

Kemudian adanya dukungan dari SKPD terkait untuk meningkatkan sarana dan prasarana seperti Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) untuk akses jalan menuju kawasan Banten lama dan Dishubkominfo serta Distamben menyiapkan PJU dan rambu-rambu di areal kawasan Banten Lama.

"Kita selaku wakil rakyat siap turun tangan untuk mencari solusi. Bahkan kita juga siap 'memback up' anggaran yang diperlukan untuk melakukan pembenahan di Banten lama," kata politisi PPP tersebut.

Kepala Disbudpar Provinsi Banten Ali Fadillah mengatakan pihaknya siap bekerja keras untuk membenahi kawasan Banten lama,  salah satunya dengan cara melakukan pendekatan secara kekeluargaan dan elegan dengan masyarakat yang ada di Banten lama. Bahkan, pihaknya juga akan meminta bantuan kepada tokoh-tokoh yang memiliki peran penting tentang kawasan Banten lama.

"Mudah-mudahan dengan bekerja perlahan tapi pasti, kita bisa menemukan hasil yang baik untuk semua pihak. Baik pemerintah maupun masyarakat Banten Lama itu sendiri," kata Ali.

Menurut Ali, untuk menyelesaikan Banten lama adalah mendengarkan aspirasi dari kalangan masyarakat yang ada di Banten lama, baik itu dari kenadziran maupun masyarakat di Banten lama. Setelah itu, diselaraskan dengan versi harapan dan keinginan pemerintah, sehingga mendapatkan hasil yang ideal. 


: Ganet Dirgantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026