Jakarta (ANTARA) - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami erupsi hebat pada Senin pagi dengan memuntahkan kolom abu vulkanik tebal setinggi kurang lebih 3.500 meter atau 3,5 kilometer di atas puncak.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria dalam keterangannya di Jakarta, Senin, melaporkan bahwa erupsi gunung api tersebut terekam mulai pukul 10.17 WIB dan masih terus berlangsung.
"Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi sementara ini kurang lebih 1 jam 1 menit 48 detik," kata dia.
Baca juga: Enam jam, Gunung Semeru alami 21 kali gempa letusan
Lana menjelaskan saat ini Gunung Sinabung berada pada Status Level II (Waspada). Atas kondisi tersebut, Badan Geologi merilis rekomendasi agar masyarakat maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi.
Selain itu, warga dilarang beraktivitas di dalam zona bahaya dengan radius radius tiga kilometer dari puncak, serta radius sektoral 4,5 kilometer untuk wilayah selatan-timur.
Masyarakat yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya banjir lahar dingin.
Badan Geologi meminta Pemerintah Kabupaten Karo untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) guna memantau perkembangan aktivitas vulkanik terkini.
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-Laki Flores Timur erupsi setinggi 2.500 meter
Pewarta: M. Riezko Bima Elko PrasetyoEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.