Belum selesainya sebagian penurapan menyebabkan banjir di sejumlah perumahan dan jalan protokol, katanya di Tangerang, Senin.
"Dari 12 kilometer Kali Angke di Kota Tangerang, 60 persen sudah dilakukan proses penurapan," kata Sachrudin saat meninjau Kali Angke di wilayah Cipondoh.
Terdapat 10 titik yang terkena dampak banjir dari belum selesainya proses penurapan kali angke itu. Bahkan, sebagian tanggul juga belum selesai dikerjakan.
Banjir yang melanda wilayah Cipondoh, Ciledug, dan Pinang disebabkan luapan Kali Angke. "Sebagian air meluap dan menggenangi perumahan warga dan jalanan," ujarnya.
Mengenai penurapan Kali Angke yang belum selesai, Sachrudin menuturkan pengerjaannya akan selesai pada 2014.
Hal itu dimulai dari membebaskan lahan warga sebanyak 18 hektare dengan anggaran RP75 miliar dari APBD 2014.
Namun demikian, rencana normalisasi beberapa kali yang telah dianggarkan di APBD 2014 masih belum bisa dilaksanakan karena masih terkendala dengan belum disahkannya oleh Gubernur.
"Sebenarnya harus sudah dapat dilakukan secepat mungkin proses pembebasan lahan karena anggaran sudah ada. Namun APBD belum disahkan Gubernur," tukasnya.
Banjir yang melanda perumahan dan jalan-jalan protokol di Kota Tangerang sudah berlangsung delapan hari sejak Senin (13/1) hingga kini.
Dari pemantauan, banjir masih menggenangi Perumahan Ciledug Indah, Perumahan Total Persada, Candulan di daerah Petir hingga Cipondoh.
Ketinggian air bervariasi mulai dari 30 centimeter hingga satu meter. Sebagian warga masih mengungsi di posko yang disediakan dan ada lagi menginap di rumah masing-masing walau dalam kondisi tergenang banjir.
: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.