"Tangsel merupakan kota yang besar dan baru, sehingga untuk mempolanya sangat mudah sesuai dengan pemimpinnya," kata Sulaeman Yasin di Tangerang, Jum`at.
Program tanpa korupsi yang menjadi motto kampanye Sulaeman Yasin, yang maju pada pemilihan kepala daerah (pilkada) di daerah itu, bersama pasangannya, calon wali kota Rodhiyah Nadjibah.
Motto itu, kata dia, bukanlah sesuatu yang berlebihan karena selama melakukan kampanye telah berkomitmen hanya menggunakan anggaran seperlunya.
"Bukan karena tidak ada uang untuk kampanye, tetapi ada pelajaran berhemat yang bisa diambil oleh masyarakat, sekaligus menilai prilaku dari kita," katanya.
Warga Tangsel memiliki pendidikan menengah ke atas, sehingga mengetahui persis calon yang berprilaku berlebihan secara berlebih dan berhemat, namun memiliki program yang pasti.
Sulaeman menjelaskan, konsep pemerintahan tanpa korupsi yang akan dijalankannya, apabila kelak terpilih, yakni dengan tidak melibatkan pihak luar dalam proyek pembangunan.
Selama ini banyak sekali prakatik korupsi karena adanya campur tangan dan desakan dari pihak luar.
Ia juga berjanji, tidak akan memberi ruang pada partai politik untuk memegang proyek karena bisa berdampak terjadinya tindakan korupsi.
"Itulah yang menjadi latar belakang, kami maju dalam pencalonan dari jalur independen. Dengan terjun langsung ke masyarakat, segala permasalahan dapat diketahui secara jelas," katanya.
Sulaeman juga mengaku berani dihukum gantung, jika nanti terpilih sebagai wakil wali kota, dan terbukti melakukan tindak pidana korupsi.
"Mulai dari keluarga sudah saya terapkan untuk tidak korupsi. Bahkan saya siap digantung bila terbukti melakukan tindakan korupsi," ujarnya.
: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026