Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. ANTARA/Novi Abdi

Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona jenis baru (COVID-19) yang dirawat di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, Kalimantan Timur bertambah lima orang sehingga menjadi enam orang pada Jumat petang.

“Semua sedang menjalani perawatan intensif dalam isolasi di RSKD,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi di Balikpapan, Jumat.

RSKD adalah rumah sakit milik Pemprov Kalimantan Timur di Balikpapan. Sejak ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) pada Kamis (19/3) malam, RSKD menjadi rumah sakit khusus perawatan pasien positif ataupun terduga corona.

Dari keenam pasien tersebut, ada pasangan suami istri yang mengikuti kegiatan seminar di Bogor pada akhir Februai 2020, dan satu rombongan dengan pasien pertama yang positif terpapar yang diumumkan Kamis (19/3). Satu orang pulang dari Jepang dan satu lainnya pulang dari Jakarta. Seluruhnya tiga laki-laki dan tiga perempuan, beralamat di Balikpapan Selatan.

Pasien yang pulang dari Jepang mulai diperiksa pada 13 Maret dan yang pulang dari Jakarta diperiksa pada 16 Maret 2020.

“Dan pagi tadi hasilnya kita dapat bahwa mereka positif terpapar COVID-19,” kata dia.
 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan Andi Sri Juliarty juga menyampaikan empat pasien terduga dinyatakan negatif corona.

“Pemerintah Kota Balikpapan juga telah menerima hasil uji laboratorium Balitbangkes Kemenkes RI dari pasien dalam pemantauan (PDP), yaitu sebanyak empat orang dinyatakan negatif COVID-19. Dengan demikian, saat ini keseluruhan kasus negatif berjumlah 14 orang,” kata dia.

Ada juga 46 orang dalam pemantauan (ODP) yang telah selesai masa pantauan selama 14 hari dan tidak menunjukkan gejala terpapar COVID-19, dikurangi jumlah yang sudah selesai masa pantauan itu, sehingga jumlah ODP masih 220 orang.

“Kepada para ODP yang saat ini menjalani observasi diimbau agar senantiasa disiplin melaksanakan ketentuan isolasi diri, yaitu tidak keluar rumah, meningkatkan asupan gizi, menjaga kebersihan, dan tetap berkomunikasi dengan petugas kesehatan setempat,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Rizal meminta warga "Kota Minyak" itu tetap tenang.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Balikpapan meminta masyarakat tetap tenang, namun tetap waspada, dan jangan panik. Mari terus melakukan langkah-langkah pencegahan bersama,” kata dia.

Kepala Dinkes Juliarty merinci agar masyarakat selalu menjaga kebersihan badan dengan rajin mencuci tangan dan mandi.

Selain itu, untuk sementara ini menjauh dari keramaian orang dan menjaga jarak dari orang lain, termasuk juga menunda perjalanan ke luar kota.
 

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2020