Petugas gabungan Lanal Banten dan Lantamal III dibawah komando Koarmada I, diback up tim satgas dari Simba L 19 Mabes Angkatan Laut, Kamis malam (03/10), berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster di sebuah gudang penyegaran dan pengepakan yang ada di wilayah Desa Muara Binuangen, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten. 

Komandan Pangkalan TNI AL Banten Letkol Laut (P) Golkariansyah  menyatakan upaya penggagalan pada operasi penangkapan terhadap penyelundupan baby lobster dilakukan dengan memaksimalkan fungsi intelejen yang dimiliki TNI AL, guna mendukung program pemerintah dan Kementerian Kelautan dan perikanan dalam rangka menekan tingginya penyelundupan benih lobster.

"Perlindungan terhadap populasi benih lobster dilakukan untuk mencegah terjadinya kelangkaan akibat maraknya aktivitas  penyelundupan benih lobster dengan tujuan beberapa negara yang dapat mengakibatkan kepunahan. Mendukung itu kami TNI AL mengadakan giat operasi penangkapan penyelamatan baby lobster dari upaya penyelundupan. Sedikitnya ada 118.383 ekor baby lobster yang kita amankan, yang kondisinya sudah siap kirim untuk diselundupkan ke Singapura. Nilainya lebih dari Rp 17,8 miliar," katanya.

Adapun kronologi pengungkapan kasus ini, bermula dari adanya pengintaian oleh petugas yang menerima laporan warga sekitar, bahwa akan ada pengiriman baby lobster dalam jumlah besar di gudang milik seseorang berinisial HO. Saat penggerebekan, petugas mengamankan sejumlah pekerja yang tengah melakukan pengepakan baby lobster, yang rencananya akan dikirim ke negara tujuan Singapura. 

Selain mengamankan benih lobster berjumlah 118.383 ekor, dengan rincian 116.283 ekor jenis baby lobster pasir dan 2.100 ekor jenis mutiara, petugas juga mengamankan dua tangan kanan pemilik gudang berinisial EF dan WS, yang dibawa petugas petugas untuk kepentingan pengembangan penyelidikan. 

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan (BKIPM) Banten, Muhammad Hanif, menjelaskan, pengungkapan kasus penyelundupan oleh TNI AL merupakan kali ketiga sepanjang 2019, dengan jumlah penyelamatan kerugian negara mencapai Rp17,8 miliar. 

Nantinya benih lobster yang berhasil diselamatkan akan dilepaskan ke habitat asalnya di kawasan Pangandaran Jawa Barat. 

"Ini kasus kali ketiga, dan paling besar sepanjang 2019. setelah reoksigen baby lobster akan kami lepas di Pantai Pangandaran," katanya.

Pewarta: Susmiyatun Hayati

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2019