Normalisasi situ bulakan di Kota Tangerang oleh Pemerintah Provinsi Banten dilaksanakan selama 20 hari dengan fokus pekerjaan pengerukan lumpur mengantisipasi sedimentasi alami dan meningkatkan daya tampung.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Taufik Syahzaeni dalam keterangan yang diterima di Tangerang, Jumat, mengatakan kegiatan normalisasi mulai dilakukan Pemprov Banten sebagai upaya mencegah banjir.

Selain itu, kegiatan normalisasi juga melaksanakan pembersihan saluran masuk dan keluar agar distribusi air tetap terkendali, terutama ketika curah hujan tinggi.

”Kami berharap upaya normalisasi ini berjalan lancar sesuai dengan target yang ditentukan, yakni selama 20 hari ke depan terus dilakukan secara maksimal,” katanya.

Baca juga: Lima perusahaan di Kota Tangerang terindikasi cemari Situ Cangkring

Selain itu, Pemkot Tangerang berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam meningkatkan mitigasi banjir dengan menjaga kebersihan dan merawat infrastruktur pengendali banjir di lingkungan masing-masing.

"Kami sudah siagakan pompa dan juga petugas. Selanjutnya, peran aktif warga menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan pendangkalan di situ bulakan telah menyebabkan terjadinya luapan dan menggenangi jalan maupun pemukiman sekitar.

Gubernur Banten Andra Soni dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu mengaku telah menyusun langkah strategis dalam mengatasi banjir di Tangerang Raya.

Pemerintah Provinsi Banten bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS Ciliwung Cisadane) serta pemerintah kabupaten dan kota sepakat untuk melaksanakan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, salah satunya melalui normalisasi sungai.

Baca juga: Banten siapkan UPT Pemanfaatan Aset usai menang kasasi Situ Ranca Gede

Pewarta: Achmad Irfan

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026