Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Banten, mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan pada musim peralihan tahun ini dengan memetakan wilayah rawan dan menyiapkan skema distribusi air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan di Serang, Sabtu, menjelaskan bahwa peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi El Nino menjadi rujukan utama dalam langkah antisipasi tersebut. Pihaknya kini telah memegang data wilayah rawan agar penanganan di lapangan dapat dilakukan lebih cepat.
“Sekarang sudah masuk musim peralihan. Kami sudah pegang catatan wilayah yang berpotensi kekeringan,” kata Diat.
Baca juga: 23 kecamatan di Lebak masuk daerah rawan kekeringan
Ia menuturkan, intervensi jaringan air bersih dari PDAM terbukti mampu menekan risiko di sejumlah daerah yang sebelumnya menjadi langganan kekeringan. Kendati demikian, kawasan Serang Utara masih menjadi fokus perhatian pemerintah, khususnya di Kelurahan Sawah Luhur, Margaluyu, dan Kelurahan Banten.
“Yang dulu banyak terdampak sekarang sudah terlayani. Tinggal beberapa titik di utara yang masih jadi fokus,” ujarnya.
Berdasarkan catatan BPBD, wilayah dengan dampak kekeringan paling parah pada periode sebelumnya berada di Kecamatan Kasemen yang mencapai angka 90 persen. Kondisi serupa juga sempat melanda beberapa titik di Kecamatan Serang, seperti Kelurahan Sukawana dan Cibendung.
Dalam menghadapi lonjakan kebutuhan air bersih, BPBD mengandalkan distribusi darurat secara bertahap. Penyaluran bantuan akan dikirimkan langsung ke permukiman warga yang mengalami krisis air. Pada penanganan tahun sebelumnya, total air bersih yang disalurkan mencapai lebih dari 150 ribu liter selama kurang lebih tiga bulan.
Meski demikian, Diat mengakui bahwa keterbatasan armada operasional masih menjadi tantangan utama. Saat ini, BPBD Kota Serang hanya mengoperasikan satu unit mobil tangki, dengan kapasitas pengiriman tiga hingga empat kali dalam sehari.
Baca juga: Daerah diingatkan antisipasi dampak Godzilla El Nino
Untuk menyiasati kendala tersebut, BPBD menggandeng berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Banten dan Palang Merah Indonesia (PMI), guna memastikan suplai air kepada warga tidak terputus.
“Karena armada terbatas, kami kolaborasi dengan provinsi dan PMI. Jadi kebutuhan warga tetap bisa terlayani,” kata Diat.
Menghadapi puncak musim kemarau tahun ini, BPBD Kota Serang akan menerapkan pola penanganan serupa sembari mendorong penambahan fasilitas armada darurat. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat respons pemerintah daerah apabila kekeringan meluas ke wilayah yang belum terjangkau akses air perpipaan.
Baca juga: Petani Lebak diajak tanam benih padi varietas tahan kekeringan
Editor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026