Tangerang (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan latihan gabungan penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing sebagai mitigasi menghadapi dampak musim kemarau ekstrem
Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi di Tangerang, Jumat, mengatakan kegiatan ini sebagai respons terhadap prakiraan BMKG mengenai fenomena El Nino yang akan melanda tahun ini.
Kondisi cuaca yang diperkirakan jauh lebih panas dan kering meningkatkan risiko munculnya titik api, terutama dari gas metan yang dihasilkan tumpukan sampah organik.
"Kami belajar dari pengalaman kebakaran TPA Rawa Kucing pada 2023 lalu. Dengan simulasi rutin ini, kami ingin memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menguasai situasi jika terjadi kebakaran, sehingga dampaknya bisa kita minimalkan," kata dia dalam keterangan.
Baca juga: Rumah di Asrama Polri Ciledug Tangerang terbakar
Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar menambahkan pihaknya telah melakukan pemetaan area serta menyiapkan langkah-langkah koordinasi yang komprehensif.
Hal ini menjadi penting mengingat beberapa hari terakhir telah terjadi kebakaran di sejumlah lapak limbah di Tangerang. Penanganan akan dimulai dari prosedur internal TPA hingga bantuan penuh dari tim BPBD jika diperlukan.
"Kami sangat berharap sampah-sampah organik yang ada di rumah tangga ini bisa diolah sendiri menjadi kompos dan lain sebagainya. Diharapkan ini tentu kesadaran dari masyarakat melakukan pemilahan sampah, sampah-sampah organiknya bisa dijadikan kompos untuk memupuk tanaman di rumahnya masing-masing," katanya.
Dengan sinergi kesiapan petugas dan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah, Pemkot Tangerang optimistis dapat menekan risiko kebakaran di TPA Rawa Kucing selama musim kemarau.
"Upaya mitigasi ini diharapkan mampu menjaga keamanan lingkungan sekaligus menjamin kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar," ujarnya.
Baca juga: DLH Tangerang tanam ribuan pohon upaya penghijauan sekitar TPA
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.