Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 bakal menyasar secara menyeluruh aktivitas bisnis online dan ekonomi digital yang dijalankan dari tingkat rumah tangga.

Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, di Serang, Kamis, mengatakan langkah strategis ini diambil untuk memotret secara utuh pergeseran pola ekonomi masyarakat, sekaligus memastikan tidak ada aktivitas perputaran ekonomi mikro yang terlewat dari pendataan. 

"Sensus ini akan dilaksanakan secara door to door mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026," katanya.

Baca juga: Perekonomian Indonesia alami inflasi tahunan 3,48 persen pada Maret

Ia menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Melalui tema "Kolaborasi Banten", pihaknya mengupayakan pendataan yang menjangkau seluruh lapisan, termasuk sektor digital yang kian masif.

“Dengan dukungan pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat, kami optimistis sensus ini dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan data statistik yang berkualitas serta mutakhir,” ujar Yusniar.

Pentingnya pendataan sektor digital ini juga ditekankan oleh Wakil Kepala BPS RI, Donny Hari Budiutomo Harmadi. Ia menyebutkan, BPS menerjunkan sekitar 251 ribu petugas sensus di seluruh Indonesia selama tiga bulan penuh.

“Petugas akan mendata perusahaan sekaligus aktivitas usaha di rumah tangga, termasuk yang berbasis digital. Informasi yang disampaikan kepada BPS dijamin aman dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik," tegas Donny.

Baca juga: Laju pertumbuhan ekonomi Tangerang meningkat 5,67 persen

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mendukung penuh metode pendataan langsung ke rumah warga. Menurutnya, pendekatan ini adalah cara terbaik untuk menangkap kondisi riil perekonomian rakyat, mulai dari korporasi besar hingga bisnis online rumahan.

“Kita ingin data yang riil, bukan data yang dipoles. Dari data yang akurat itulah kita bisa menentukan kebijakan pembangunan Banten yang tepat sasaran ke depan,” kata Dimyati.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 adalah kerja bersama. Pihaknya juga mengimbau seluruh elemen, mulai dari pelaku usaha online, masyarakat umum, hingga akademisi untuk berkolaborasi dan memberikan data yang jujur kepada petugas sensus di lapangan.

Baca juga: Dinsos Lebak-BPS kolaborasi lakukan "groundcheck" PBI JKN

Pewarta: Desi Purnama Sari

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026