Tangerang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menilai Kota Tangerang, Provinsi Banten memiliki kekuatan ekonomi besar yang ditunjang 46 ribu usaha mikro sehingga perlu didukung oleh sistem data melalui sensus ekonomi dalam menangkap potensi ekonomi daerah secara lebih akurat.
“Potensinya besar, tapi harus dibaca dengan data yang tepat. Dari situlah kebijakan bisa lebih presisi dan berdampak,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam acara pencanangan 104 Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) di Kota Tangerang, Selasa.
Menurutnya, penguatan data dari tingkat kelurahan menjadi kunci untuk membangun sistem informasi ekonomi yang utuh dan berkelanjutan, sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi daerah yang stabil di atas 5,5 persen dalam dua tahun terakhir.
Baca juga: Industri pengolahan sokong 30 persen ekonomi Banten awal 2026
Melalui langkah ini, Pemkot Tangerang tidak hanya mendorong keberhasilan Sensus Ekonomi 2026, tetapi juga memastikan data yang dihasilkan menjadi dasar pembangunan yang lebih tepat, terukur, dan berdampak bagi masyarakat.
“Kalau data dari bawah kuat dan terintegrasi, maka arah pembangunan juga akan semakin jelas. Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menambahkan kualitas data akan menentukan kualitas kebijakan. Maka Pemkot Tangerang berkomitmen mendukung pelaksanaan sensus ekonomi 2026 melalui penguatan pembangunan berbasis data hingga tingkat kelurahan.
Baca juga: Banten masuk delapan besar produsen beras nasional
Apalagi juga dilakukan pencanangan 104 Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) serta peningkatan sinergi bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
"Upaya ini menjadi bagian penting untuk memastikan data yang dihasilkan dalam sensus benar-benar akurat dan dapat menjadi dasar kebijakan yang tepat sasaran," katanya.
Ia meminta seluruh jajaran, mulai dari perangkat daerah hingga RT dan RW, bergerak bersama memastikan penguatan data berjalan optimal. Masyarakat pun diajak aktif berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026.
“Ini bukan sekadar pendataan, tapi upaya memastikan pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: BPS Banten sasar bisnis digital rumah tangga di sensus ekonomi 2026
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026