Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa persiapan operasional pemberangkatan jamaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 berjalan sesuai rencana dan telah mencapai progres hampir 100 persen.

"Persiapan operasional terus kita matangkan. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan dan keselamatan jamaah melalui berbagai langkah mitigasi yang komprehensif," kata dia keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu malam.

Kemenhaj berkomitmen penyelenggaraan ibadah haji tahun ini harus mencerminkan pelayanan publik yang lancar, bersih, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan.

Untuk itu pula, ia menekankan bahwa Jawa Timur sebagai provinsi dengan kuota jemaah haji terbesar di Indonesia memegang peran strategis sebagai barometer keberhasilan penyelenggaraan haji nasional.

Baca juga: Jamaah haji asal Banten berangkat dari embarkasi di Tangerang

Terkait pengelolaan dana haji yang mencapai sekitar Rp18 triliun, ia menegaskan pentingnya aspek akuntabilitas dalam setiap proses pengelolaan anggaran.

Komitmen transparansi ini dibuktikan oleh Kemenhaj dengan melibatkan unsur profesional dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, dan Polri dalam pengawasan pengadaan serta tata kelola keuangan.

Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan implementasi arahan Presiden RI untuk menghadirkan pelayanan haji yang transparan dan berorientasi pada kepuasan jamaah.

Baca juga: 1.245 calon haji asal Serang dijadwalkan berangkat mulai 23 April

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026