Pemerintah Provinsi Banten mempercepat normalisasi Sungai Cirarab dan penguatan sistem pengendali banjir melalui operasional Bendung Sarakan di wilayah hilir Kabupaten Tangerang sebagai tindak lanjut rapat koordinasi lintas daerah di Tangerang Raya.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pintu air di bendung tersebut kini telah berfungsi setelah diperbaiki menggunakan sistem hidrolik dengan anggaran Rp5 miliar pada tahun lalu.

“Ya, ini bendung masyarakat, pintu airnya ada tujuh. Tadinya semua rusak. Nah, sekarang sudah menggunakan hidrolik, diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Banten tahun lalu, anggaran tahun lalu, sebesar Rp5 miliar,” ujarnya dalam keterangannya di Kota Serang, Selasa, usai kunjungan ke lokasi tersebut.

Baca juga: BBWS C3 percepat penanganan banjir Sungai Cidurian Tangerang

Ia menjelaskan, sebelumnya pintu air dioperasikan manual dengan 20 putaran untuk membuka satu ulir. Kini sistem hidrolik dinilai lebih efektif mengatur debit air.

“Dulu kalau bukanya itu, kalau pakai manual, satu ulir itu perlu 20 putaran ya untuk satu pintu. Sekarang sudah pakai hidrolik, fungsinya Alhamdulillah fungsinya baik. Tinggal kita menormalisasi bagian hulunya,” katanya.

Menurut Andra, sedimentasi di bagian hulu telah mencapai sekitar dua pertiga tinggi saluran sehingga menghambat aliran air ke laut. Ia menyebut percepatan normalisasi menjadi prioritas jangka pendek melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS C2) dan pemerintah kabupaten/kota.

“Nah, tinggal ke sananya kurang lebih sekitar ke lautnya kurang lebih 7 kilometer. Tapi saya dapat informasi sedimen seperti itu, berbentuk pulau-pulau kayak gitu juga banyak. Nah kita akan koordinasi dengan balai ya, bahwa ini harus kita tangani dan ini harus ditangani jangka pendek,” ujarnya.

Baca juga: Wisata Kali Cibanten dikembangkan jadi destinasi edukasi

Ia menegaskan, pengendalian banjir harus dilakukan terpadu dari hulu hingga hilir. Saat banjir besar sebelumnya, genangan terjadi di wilayah hulu seperti Gelam dan Villa Total, sementara di hilir relatif terkendali.

“Iya, artinya airnya nggak antre kan di saluran utama, dan waktu banjir kemarin, di sini nggak banjir. Hulu yang banjir,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten Arlan Marzan menambahkan Bendung Sarakan dibangun pada 2025 dengan tujuh pintu air dan rumah genset sebagai bagian dari fokus pengendalian banjir di Tangerang Raya.

Baca juga: Cegah banjir, Bupati Serang minta BBWSC3 bangun tanggul 

“Sebelum ada alat bendung ini, konstruksinya sudah rusak. Masyarakat menutup manual dengan kayu besar supaya airnya naik kemudian masuk ke sawah,” ujarnya.

Ia menyebut kondisi tersebut sempat memicu banjir pada akhir 2024 karena pintu tidak dibuka kembali saat musim hujan. Kini, sistem otomatis dilengkapi petugas juru situ untuk memastikan operasional optimal.

Menurut Arlan, wilayah tersebut tergolong rawan banjir karena menjadi hilir aliran yang berdampak hingga Kabupaten dan Kota Tangerang. Normalisasi sungai sepanjang 1,7 kilometer oleh balai, 700 meter oleh provinsi, serta pekerjaan kabupaten/kota dilakukan simultan guna mempercepat aliran air ke laut dan mengurangi risiko banjir berulang.

Baca juga: Cegah banjir Tangerang Raya, Pemprov Banten percepat normalisasi sungai

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026