Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Serang, Banten, menetapkan kebijakan penggunaan menu kering non-Ultra Processed Food (UPF) sebagai standar program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan 2026.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Serang, Nuni Pratiwi, di Serang, Rabu, menegaskan bahwa seluruh unit layanan di bawah naungannya dilarang mendistribusikan produk kemasan instan seperti biskuit atau susu pabrikan. Sebagai gantinya, setiap SPPG diwajibkan mengolah bahan pangan segar secara mandiri untuk dijadikan paket makanan siap santap.

"Kami melarang penggunaan kemasan dari produk pabrikan tertentu. Petugas di lapangan tetap harus memasak sendiri, misalnya menyediakan menu telur, tahu bakso, atau hasil olahan sendiri. Kreativitas menu diserahkan kepada masing-masing SPPG selama prinsip gizi nya terpenuhi," ujarnya.

Baca juga: Ternyata MBG serap hampir satu juta tenaga kerja lewat dapur SPPG

Pemilihan menu kering dilakukan karena dinilai memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan menu basah, sehingga kualitas makanan tetap terjaga hingga waktu berbuka tiba. Selain protein, SPPG juga mendorong pembuatan kudapan tradisional seperti bola ubi atau kolak buatan sendiri yang diolah tanpa bahan pengawet.

Program yang dijadwalkan mulai didistribusikan secara masif pada 23 Februari 2026 ini akan menjangkau hampir 200 ribu penerima manfaat di wilayah Kota Serang. Sasaran distribusi mencakup kategori 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita), siswa sekolah, hingga santri di berbagai pondok pesantren.

Terkait waktu penyaluran, Nuni menjelaskan bahwa SPPG memberikan fleksibilitas kepada pihak sekolah untuk menentukan jadwal distribusi berdasarkan kesepakatan bersama.

Baca juga: BGN Lebak pastikan program MBG tetap berjalan selama Ramadhan

Penyesuaian ini dilakukan agar kehadiran program MBG tidak mengganggu kekhusyukan ibadah puasa para siswa maupun jadwal belajar yang berubah selama Ramadhan.

"Keikutsertaan sekolah dalam program ini selama Ramadan bersifat sukarela tanpa ada unsur pemaksaan. Bagi sekolah yang memilih untuk tidak menerima distribusi, jatah makanan akan langsung dinonaktifkan di dalam sistem digital dan tidak akan dialihkan kepada pihak lain demi menjaga transparansi data," jelasnya.

Saat ini, tercatat sebanyak 74 unit SPPG telah beroperasi secara aktif di seluruh titik di Kota Serang. Dengan dukungan sistem pendataan yang terintegrasi, SPPG optimistis penyaluran bantuan gizi nasional ini dapat berjalan efektif dan tetap mengedepankan kearifan lokal serta kebutuhan masyarakat di bulan suci.

Baca juga: Presiden Prabowo sebut program MBG intervensi langsung atasi stunting

Pewarta: Desi Purnama Sari

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026