Pemerintah Provinsi Banten memasok ikan dari luar daerah, termasuk Cirebon dan kawasan Pantai Selatan, untuk menutup defisit kebutuhan ikan yang mencapai 310.000 ton per tahun.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Iwan Hermawan mengatakan, langkah distribusi lintas daerah dilakukan guna menjaga ketersediaan pasokan di tengah penurunan produksi nelayan lokal.
"Yang jelas pasokan kita ada dari kita sendiri, dan dari Cirebon biasanya, dan dari daerah Pantai-pantai Selatan juga masuk ke kita. Dari luar daerah pasti ada untuk mencukupi kebutuhan," kata Iwan di Kota Serang, Kamis.
Baca juga: Tangkapan ikan di Lebak pada 2025 capai 6.879 ton
Ia menjelaskan, pasokan ikan di sejumlah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) saat ini mengalami penurunan akibat faktor cuaca yang tidak menentu. Kondisi tersebut berdampak pada hasil tangkapan nelayan.
"Mungkin terkait cuaca juga ya. Di laut sendiri cuacanya kurang bagus, sehingga terjadi penurunan terhadap produksi ikan. Sementara itu, kebutuhan masyarakat terus meningkat, terutama untuk jenis ikan kembung yang permintaannya cukup tinggi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten Agus Supriyadi mengungkapkan, kebutuhan ikan di Banten mencapai sekitar 500.000 ton per tahun, sedangkan produksi pada 2025 baru menyentuh 190.000 ton.
Produksi tersebut terdiri atas perikanan tangkap sebesar 75.000 ton dan perikanan budidaya 115.000 ton, sehingga terjadi defisit sekitar 310.000 ton.
"Jadi kurang 310.000 ton. Dan ini ironis, berarti ada yang harus dioptimalkan," kata Agus.
Baca juga: Rayakan Hari Ikan Nasional, Ranch Market gelar cutting show ikan 50 kg
Menurutnya, posisi geografis Banten yang berada di pertemuan tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 712, 573, dan 572 menunjukkan potensi kelautan yang besar dan perlu dimaksimalkan.
Agus menilai defisit pasokan berpotensi memicu kenaikan harga ikan dan berdampak pada daya beli masyarakat serta program Gemar Makan Ikan.
"Jika tidak segera ditangani, defisit ini diprediksi akan terus membengkak dan memicu kenaikan harga di pasar," ujar dia.
"Tahun 2026 kita coba mau dioptimalkan bagaimana caranya supaya jangan sampai defisitnya makin besar. Karena ini akan pengaruhi ke harga ikan, dan pengaruh juga ke program Gemar Makan Ikan kita," ujar Agus.
Pemprov Banten menegaskan, selain pasokan dari luar daerah sebagai solusi jangka pendek, optimalisasi produksi tangkap dan budidaya menjadi fokus untuk menjaga ketahanan pangan berbasis perikanan di daerah.
Baca juga: Masyarakat Tangerang diminta tak konsumsi ikan yang tercemar zat kimia
Editor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026