Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memperkuat upaya penanganan dan pemantauan bencana hidrometeorologi yang masih berlangsung hingga Senin (12/1).

Hingga kini hujan berintensitas tinggi yang memicu banjir dan tanah longsor di delapan kabupaten dan kota berdampak pada sedikitnya 747 Kepala Keluarga (KK) dengan lebih dari 2.370 jiwa terdampak langsung.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Lutfi Mujahidin di Kota Serang, Senin, mengatakan hal itu berdasarkan data sementara yang terus diperbarui melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops).

“Itu akan masih terus update dan akan berakhir sampai ritme hujan yang lebat ini berhenti,” kata Lutfi.

Baca juga: Banjir di Kota Serang meluas, 1.690 jiwa terdampak

Ia menjelaskan bencana hidrometeorologi tercatat terjadi di Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Cilegon.

Jenis kejadian meliputi banjir, tanah longsor, serta cuaca ekstrem berupa angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang.

BPBD Banten, kata Lutfi, telah mengerahkan personel ke titik-titik terdampak, melakukan monitoring intensif debit air sungai, serta berkoordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota untuk memastikan respons cepat, termasuk pengamanan warga dan pemetaan kebutuhan darurat.

Banjir menjadi kejadian paling dominan, merendam permukiman warga, jalan utama, jembatan penghubung antarwilayah, fasilitas umum, hingga pondok pesantren.

Ketinggian air bervariasi, mulai sekitar 5 centimeter di sejumlah kawasan permukiman Kabupaten Serang hingga mencapai sekitar 105 centimeter di Kecamatan Curug, Kota Serang.

Baca juga: 10 kecamatan di Pandeglang terendam banjir

Di titik lain, kata dia, genangan berada pada kisaran 20–80 centimeter sehingga mengganggu aktivitas warga dan akses transportasi.

“Menurut BMKG Senin sama Selasa (13/1) hujan masih tinggi juga,” ujar Lutfi.

Ia menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.

Secara rinci, wilayah terdampak di Kabupaten Lebak meliputi Kecamatan Malingping, Panggarangan, Rangkasbitung, Banjarsari, Cikulur, dan Wanasalam. Di Kota Serang, banjir dan genangan terjadi di Kecamatan Curug, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, dan Walantaka.

Baca juga: Kebanjiran, pasien RSUD Kota Serang dipapah hingga digendong petugas

Kabupaten Serang terdampak di Kecamatan Padarincang, Cinangka, dan Gunungsari. Sementara di Kabupaten Pandeglang, banjir tercatat di Kecamatan Pabuaran, Baros, Patia, Sumur, Labuan, Cikeusik, Cigeulis, dan Pagelaran.

Wilayah Kota Tangerang terdampak meliputi Kecamatan Benda, Neglasari, Periuk, Jatiuwung, dan Cibodas. Di Kota Tangerang Selatan, kejadian hidrometeorologi tercatat di Kecamatan Serpong. Kabupaten Tangerang terdampak di Kecamatan Mauk, Pakuhaji, Kosambi, Pasar Kemis, Sukamulya, dan Teluknaga, sedangkan di Kota Cilegon berada di Kecamatan Cibeber dan Merak.

BPBD Banten mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan banjir dan longsor, serta segera melapor kepada aparat setempat jika terjadi kondisi darurat, sambil memastikan keselamatan keluarga menjadi prioritas utama.

Baca juga: Enam kecamatan di Kabupaten Tangerang terdampak bencana banjir

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026