Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, yakin target kunjungan 160.000 wisatawan sepanjang 2025 dapat tercapai didukung dengan kunjungan wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

"Kami optimistis target kunjungan wisatawan sebanyak itu terealisasi, karena hingga kini sudah mencapai 80 persen di luar Natal dan Tahun Baru," kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak Effendy di Lebak, Banten, Selasa.

Ia menilai destinasi wisata di Kabupaten Lebak menjadi pilihan wisatawan dari luar daerah untuk menikmati panorama wisata alam dan wisata budaya adat Badui.

Wisatawan itu kebanyakan dari Jakarta, karena terlayani transportasi massal dengan tiket murah melalui angkutan Commuter Line atau kereta rel listrik.

Baca juga: Gubernur Banten dorong sport tourism lewat gowes di destinasi wisata

Destinasi wisata yang favorit dikunjungi wisatawan tersebut, wisata alam pegunungan kawasan hutan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang berlokasi di Citorek Kecamatan Cibeber terdapat "Negeri di atas awan".

Selain itu juga destinasi wisata alam pesisir pantai selatan, yakni kawasan pantai Sawarna di Kecamatan Bayah dan bisa dijadikan lokasi untuk berselancar karena ombaknya besar serta konsisten.

Di samping itu juga kawasan pantai Sawarna dapat digunakan untuk berenang, dan snorkeling untuk melihat keindahan bawah laut.

Baca juga: Dispar Banten prediksi jumlah wisatawan pada libur Natal-tahun baru naik

Selanjutnya, destinasi wisata budaya masyarakat Badui juga menjadi ikon Kabupaten Lebak dan banyak pengunjung wisata domestik hingga mancanegara.

"Kami meyakini target kunjungan wisatawan yang sudah terealisasi 80 persen, maka bisa terpenuhi liburan akhir tahun mencapai 20 persen, sehingga total menjadi 160 ribu (100 persen) pengunjung ke sini," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak Hamdan Soleh mengatakan saat ini, kondisi jalan ke sejumlah destinasi wisata layak dan bisa dilintasi kendaraan sekitar 74,86 persen dari panjang jalan kabupaten 749,37 kilometer.

Perbaikan jalan tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah setempat untuk menunjang kelancaran wisatawan menuju kawasan wisata adat budaya Badui.

Baca juga: Polda Banten gencar cegah pungli di kawasan wisata

Pewarta: Mansyur suryana

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025