Wali Kota Tangerang, Banten, Sachrudin mengatakan kecerdasan buatan bukan ancaman kerja bagi pegawai pada zaman sekarang, melainkan peluang besar untuk memperbaiki pelayanan lebih dekat dan cepat.

"Maka itu saya mengajak pegawai untuk memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai bagian dari inovasi pelayanan publik dan tidak cukup hanya mengandalkan intuisi dan pengalaman saat menjalankan tugas," kata Wali Kota Sachrudin di Tangerang, Minggu.

Ia menuturkan pegawai perlu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk membaca data, memahami tren, dan memprediksi kebutuhan masyarakat, sehingga lahir inovasi yang benar-benar memudahkan.

Sebab teknologi kecerdasan buatan bukan lagi wacana tentang masa depan, kata dia, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pemimpin yang berpikir maju akan melihat kecerdasan buatan sebagai peluang besar untuk memperbaiki pelayanan, bukan sebagai ancaman.

Baca juga: Guru di Kota Tangerang diajak kuasai koding hingga kecerdasan buatan

Wali Kota mengatakan hal ini sejalan dengan komitmen Pemkot Tangerang dalam membangun kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga sigap memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan layanan publik yang lebih dekat, cepat, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Karena itu, lanjutnya,  perubahan harus dimulai dari tingkat pimpinan, seperti kepala dinas, dengan membangun pola kerja yang lebih terbuka terhadap teknologi dan data.

"Pemanfaatan kecerdasan buatan bukan sekadar mengikuti tren, tetapi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat," katanya.

Baca juga: Diskominfo Tangerang minta warga waspadai konten deepfake
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menambahkan pemkot telah memfasilitasi pegawai dengan pelatihan mengenai kecerdasan buatan sebagai titik awal untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga inovasi pelayanan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bahkan Pemkot Tangerang sudah memberikan pelatihan kepada guru dalam memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menunjang pembelajaran yang kini sudah semakin maju dan berkembang.

Pemkot Tangerang menggandeng PT Lentera Bangsa Benderang (Binar) sebagai lembaga pendidikan non-formal yang menyelenggarakan program kursus untuk menghasilkan bakat-bakat digital yang kompetensi di bidangnya.

“Harapan kami, teknologi kecerdasan buatan bisa benar-benar digunakan dalam pekerjaan sehari-hari. Bukan hanya mempercepat proses, tapi juga menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, responsif, dan inovatif,” ucapnya.

Baca juga: Catat, cacingan berpengaruh pada pertumbuhan dan kecerdasan anak

Pewarta: Achmad Irfan

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025