Pemerintah Provinsi Banten bersama Polda Banten dan unsur TNI, BPBD, Basarnas, dan instansi terkait memperkuat sinergi menghadapi potensi bencana lewat apel kesiapsiagaan di Alun-Alun Kota Serang, Kamis.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pentingnya kesiapan aparat dan peralatan dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Banten yang dikenal rawan banjir, longsor, hingga tsunami.
“Apel ini untuk memastikan bahwa aparat dan alat-alat kebencanaan telah siap. Saya mengucapkan terima kasih atas inisiasi ini untuk memastikan kesiapsiagaan, dan nanti akan kita tindak lanjuti juga dengan alat-alat yang ada di Pemerintah Provinsi Banten,” katanya.
Baca juga: BPBD Kota Serang edukasi warga hadapi tiga potensi bencana
Andra Soni menegaskan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan balai pengelola sungai untuk memperkuat pengawasan aliran sungai di Banten.
“Kami sampai pada kesimpulan bahwa kita harus bersama-sama menangani permasalahan sungai yang bisa menyebabkan banjir. Persiapan seperti ini harus ditindaklanjuti, termasuk memeriksa alat-alat yang ada, apakah masih layak dipakai,” katanya.
Gubernur mengingatkan bahwa kesiapsiagaan bukan berarti mengharapkan bencana, melainkan bagian dari mitigasi. “Tidak ada sedikit pun kita berharap terjadi bencana. Tapi pengalaman menunjukkan Banten adalah wilayah rawan, maka persiapan seperti ini sangat saya apresiasi,” ujar Andra.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan apel melibatkan 600 personel gabungan dan merupakan langkah nyata sinergisitas lintas instansi. “Kita mengecek kesiapan baik SDM maupun sarana dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Basarnas, BPBD, Dinas Kesehatan, dan lainnya. Semua ini adalah wujud kolaborasi dan soliditas,” ujarnya.
Baca juga: Pemkab Tangerang siap siaga hadapi bencana
Hengki menekankan kesiapsiagaan sangat penting mengingat Banten pernah mengalami berbagai bencana besar. “Kita belajar dari pengalaman, baik tanah longsor, banjir bandang, hingga tsunami di Tanjung Lesung tahun 2018. Kita berdoa tidak ada bencana, namun tetap harus selalu siap siaga,” katanya.
Ia menyebut daerah rawan banjir di Banten mencakup Pandeglang, Serang, Lebak, serta wilayah pesisir dari Anyer hingga Ujung Kulon. “Kadang hujan deras bisa menimbulkan banjir skala kecil hingga besar. Termasuk ancaman tsunami, semuanya perlu diantisipasi,” kata Hengki menambahkan.
Kapolda juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
“Kita sosialisasikan agar masyarakat selalu waspada, mendengar informasi resmi, dan segera mengungsi jika ada peringatan. Pengalaman banjir bandang 2020 di Lebak dan banjir besar di Serang pada 2021 harus jadi pelajaran,” tegasnya.
Baca juga: Penanganan bencana di Tangerang butuh kolaborasi antarwilayah
Editor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025