Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten resmi meluncurkan metode pembayaran "tap" QRIS pada layanan Bus Rapid Transit (BRT) Tayo Kota Tangerang, yang memungkinkan penumpang membayar hanya dengan menempelkan ponsel tanpa perlu memindai (scan).
Kepala Perwakilan BI Banten, Ameriza Ma'ruf Moesa, di Tangerang, Rabu mengatakan, inovasi yang diluncurkan bersama Pemkot Tangerang dan BCA ini merupakan yang pertama kalinya diterapkan pada moda transportasi publik di Provinsi Banten.
"Dengan metode ini, penumpang tidak perlu lagi men-scan. Mereka cukup menempelkan handphone-nya ke dalam reader dan transaksi itu langsung berhasil," katanya.
Baca juga: Perekonomian Banten tumbuh 5,33 persen, lampaui nasional
Ia mengatakan, teknologi ini bertujuan memberikan kemudahan dan kecepatan bertransaksi, sekaligus mendorong percepatan digitalisasi di berbagai sektor layanan publik.
Menurut Ameriza, peluncuran ini diharapkan dapat memotivasi pemerintah daerah lainnya di Banten untuk memperluas penggunaan QRIS secara lebih masif.
Setelah transportasi publik, BI Banten membidik sektor parkir dan retribusi daerah sebagai target selanjutnya untuk penerapan QRIS, khususnya di wilayah Tangerang Raya yang menjadi basis 75 persen pengguna QRIS di Banten.
"Kami lihat potensi parkir. Masih banyak parkir yang menggunakan tunai, jadi mungkin parkir-parkir pinggir jalan pun ada potensi untuk di-QRIS-kan. Kemudian juga retribusi pajak seperti retribusi pasar," jelasnya.
Baca juga: BI Banten: uang logam Rp100 dan Rp200 wajib diterima untuk transaksi
Meski demikian, Ameriza menegaskan pihaknya juga akan menjajaki penerapan teknologi serupa di daerah lain yang memiliki potensi, seperti Kota Serang dan Cilegon.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang terus melakukan inovasi diantaranya yakni pelayanan pembayaran QRIS tap yang bekerjasama dengan bank BCA serta didukung oleh BI Banten.
"Semoga kerja sama ini terus berjalan dalam hal bidang lainnya, untuk busnya ada sekitar 40 BRT dengan layanan QRIS tap," katanya.
Baca juga: BI resmikan Koperasi Jawara, kanal pemasaran produk khas Banten
Editor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025