Gubernur Banten Andra Soni membicarakan intervensi pembangunan jalan desa saat retret di Akmil Magelang, menjadi panggung diskusi strategis bagi para kepala daerah se-Indonesia.
Andra Soni dalam keterangannya di Serang, Banten, Senin, menyoroti persoalan jalan desa yang menjadi salah satu keluhan utama masyarakat.
Menurutnya, masyarakat di berbagai daerah lebih mengutamakan kondisi jalan yang baik dibandingkan dengan aspek pembangunan lainnya.
"Masyarakat itu yang utama itu jalan," kata dia.
Baca juga: Gubernur Banten bagikan pengalaman saat retret di Magelang
Namun saat ini intervensi pemerintah provinsi dalam pembangunan jalan desa masih terbatas oleh regulasi.
Oleh karena itu ia mendorong adanya kebijakan yang memungkinkan pemerintah provinsi untuk lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur desa.
Andra Soni mengatakan tidak mengherankan apabila pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, desa masuk ke dalam program AstaCita ke-6 yang berbunyi “membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.”
Andra Soni sendiri memiliki program dalam rangka memberikan kemudahan akses hingga pelosok desa yakni Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
Program ini diharapkan bisa menjadi solusi aksesibilitas yang lebih baik.
Baca juga: Pemuda Muhammadiyah Banten dukung Andra Soni wujudkan Banten maju
Selain itu dalam forum tersebut, Andra Soni menyoroti berbagai persoalan pemerintahan daerah, mulai dari ketimpangan fiskal antar-wilayah, hingga perlunya intervensi infrastruktur hingga ke tingkat desa.
Andra Soni juga mengungkapkan persoalan disparitas fiskal yang terjadi antar kabupaten/kota.
Ia menegaskan perlunya kebijakan yang lebih adil dalam alokasi anggaran, terutama untuk membantu daerah-daerah yang belum maksimal dalam infrastruktur dan layanan publik.
Baca juga: Gubernur Andra Soni tegaskan komitmen jalankan sekolah gratis
Editor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025