Lebak (Antaranews Banten) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mendorong budi daya ikan tawar meningkat sehubungan permintaan pasar lokal cukup tinggi, sehingga menyumbangkan pendapatan ekonomi masyarakat.
     
"Kita hingga kini kebutuhan ikan tawar masih didatangkan dari Cianjur dan Sukabumi, Jawa Barat," kata Sekertaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak Holis Muhammad Yosep di Lebak, Senin.
     
Pemerintah daerah sangat terkosentrasi membudidayakan ikan tawar jenis ikan emas, gurame, lele, nila, patin dan mujaer.
     
Permintaan konsumsi ikan tawar saat ini cukup tinggi dan  berpeluang dikembangkan budi daya oleh masyarakat.
     
Sebab, prosfek usaha ikan tawar sangat menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.  
     
Namun, sejauh ini permintaan ikan tawar di sejumlah pasar lokal masih didatangkan dari luar daerah.
     
Karena itu, pemerintah daerah mengalokasikan  anggaran untuk peningkatan produksi ikan tawar, diantaranya pengadaan bibit yang nantinya akan disalurkan kepada kelompok pembudidaya ikan.
     
Selain itu juga perbaikan sarana dan prasarana Balai Benih Ikan (BBI) Cikoncang,termasuk embung dan jalan.
     
Kemudian, kata dia,  juga mengoptimalkan BBI Cipanas dan Sobang, karena sangat berpotensi menghasilkan produksi ikan tawar.
     
"Kami berkomitmen setiap tahun terus mengalokasikan anggaran untuk budi daya ikan tawar itu," ujarnya.
   
 Kepala Bidang Pengelolaan Pembudiyaan Ikan Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana mengakui hingga kini kebutuhan ikan tawar belum terpenuhi untuk permintaan pasar lokal.
    
Sebab, produksi ikan tawar di Kabupaten Lebak mencapai 3.565,60 ton per tahun dengan nilai perguliran uang Rp64.926 miliar.
     
Sedangkan, permintaan pasar lokal di atas 5.000 ton per tahun.
     
"Kami bekerja keras untuk meningkatkan produksi ikan tawar dengan menyalurkan bantuan benih guna mewujudkan swasembada ikan," katanya.
    
Ia mengatakan, saat ini jumlah pembudidaya ikan di Kabupaten Lebak tercatat 219 kelompok terdiri dari sebanyak 188 kelompok tingkat pemula, 22 tingkat lanjut, dan enam tingkat madya.
     
Sementara produksi ikan air tawar 3.565,60 ton, dengan rincian ikan dari kolam sebanyak 2.145,79 ton, sawah 1.089,10 ton, keramba 58,93 ton, kolam air deras 72,09 ton, jaring apung 44,64 ton dan tambak 98.15 ton.
    
"Kami terus membina dan membantu kelompok pembudidaya ikan tawar agar dapat meningkatkan produksi," jelasnya.

 

Pewarta: Mansyur

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2018