Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten, mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) pada awal tahun mengalami penurunan jika dibandingkan periode sama tahun lalu.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni di Tangerang, Kamis, mengatakan, kasus DBD periode Januari 2024 ada 71 kasus, sedangkan pada periode sama tahun lalu 83 kasus.

Lalu untuk bulan Februari 2024 tercatat 14 kasus, angka ini juga turun jauh dibanding Februari 2023 dengan 50 kasus.

"Meski begitu, kewaspadaan masyarakat terhadap DBD diimbau tetap ditingkatkan dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang konsisten," kata dr Dini.

Masyarakat juga diminta untuk ikut mencegah DBD, salah satunya, dengan bergotong royong melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Baca juga: Dinkes Kota Serang minta warga intensifkan berantas sarang nyamuk

PSN bisa dilakukan dengan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aides aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.

"Selain 3M, yang dimaksud poin Plus ialah menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk, memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk dan memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi yang ada di rumah," katanya.

Kata dr. Dini, masyarakat perlu tahu satu nyamuk dapat menghasilkan ratusan telur nyamuk. Sedangkan satu telur nyamuk dapat berubah jadi nyamuk dewasa hanya dalam satu minggu.

"Dengan itu, PHBS perlu dilakukan setiap hari hingga jadi kebutuhan. Sedangkan gotong royong perlu rutin dilakukan setiap satu minggu sekali. Ini yang perlu diketahui masyarakat," katanya.

Baca juga: Dinkes Lebak catat 773 kasus DBD, empat di antaranya meninggal

Pewarta: Achmad Irfan

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2024