Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPUBC TMP) C Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang meningkatkan pelayanan dan kelancaran terhadap arus penumpang serta barang bawaan untuk memberikan kepuasan pengguna jasa terhadap layanan kepabeanan di Bandara Soetta.

Salah satu bentuk penyempurnaan layanan terbaru dari Bea Cukai adalah menggagas program percepatan layanan penumpang yang terdiri dari program percepatan layanan bagasi penumpang, peningkatan implementasi electronic customs declaration (ECD) origin dan didukung dengan sistem manajemen antrian yang baik.

"Dengan program itu diharapkan dapat mempercepat layanan terhadap penumpang di Bandara Soekarno-Hatta," ucap Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Gatot Sugeng Wibowo di Tangerang, Jumat.

Ia mengatakan bahwa terdapat beberapa poin perubahan dalam meningkatkan kemudahan proses layanan kepabeanan, antara lain seperti
meningkatkan efisiensi pelayanan bagasi penumpang sejak turun dari pesawat sampai diterima oleh penumpang, mulai dari revitalisasi sarana prasarana, perbaikan pola kerja penarikan bagasi, dan pemisahan priority dan regular baggage di bandara asal.

"Program percepatan layanan bagasi penumpang merupakan program yang diinisiasi Bea Cukai Soekarno-Hatta berkolaborasi dengan PT Angkasa Pura, selaku pengelola bandara, PT. JAS & PT Gapura," katanya.

Baca juga: Bea Cukai Soetta gagalkan penyelundupan sabu dari Hawaii dan Meksiko

Selain itu, kata dia, percepatan dilakukan dengan menerapkan double xray pada Terminal 3 Internasional serta penerapan single xray dengan manajemen pemeriksaan yang lebih baik.

Terbukti pada 2023, lanjutnya, sebanyak delapan juta bagasi kedatangan internasional yang telah dilayani menghasilkan percepatan sebesar 57,60 persen untuk double xray dan 20,25 persen untuk single xray dibandingkan periode sebelum dilakukan perbaikan.

"Capaian percepatan layanan bagasi tersebut tentunya memberikan dampak nyata bagi penumpang yaitu bagasi pertama sudah berada di conveyor belt sebelum penumpang tiba di area pengambilan bagasi atau dikenal dengan istilah baggage before passanger (BBP)," jelasnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2023 capaian BBP Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno-Hatta tercatat sebesar 35,10 persen dengan rata-rata selisih waktu dua menit antara bagasi sudah berada di conveyor belt dan penumpang tiba di area pengambilan bagasi.

Baca juga: Bea Cukai Soetta gagalkan penyelundupan 445 ribu gram narkotika

Sementara itu, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan, Zaky Firmansyah menambahkan, kesuksesan program percepatan layanan bagasi penumpang telah memberikan dampak nyata bagi penumpang terbukti dengan adanya testimoni positif dari berbagai elemen diantaranya maskapai, public figure, dan penumpang lainnya.

"Keberhasilan Program Percepatan Layanan Bagasi juga mendapat apresiasi berupa penghargaan dari Organisasi Kepabenan Dunia World Customs Organization Certificate Of Merit dengan tema 'Customs Engaging Traditional and New Partners with Purpose'," tuturnya.

Selain percepatan terhadap layanan bagasi, Bea Cukai Soekarno-Hatta juga turut mendorong Peningkatan implementasi electronic customs declaration (ECD) agar dapat diisi oleh penumpang sebelum kedatangannya di Bandara Soekarno-Hatta (ECD origin).

"Pada tahun lalu telah dilakukan berbagai upaya dengan turut berkolaborasi dengan pihak maskapai untuk dapat memberikan edukasi dan asistensi kepada penumpang agar dapat meningkatkan pengisian ECD Origin," ujarnya.

Baca juga: Empat WNA pengguna paspor palsu diamankan Imigrasi Soekarno Hatta

Zaki mengungkapkan pengisian ECD oleh penumpang pada tahun 2023 sudah jauh meningkat mencapai 99 persen dengan persentase ECD origin saat ini di angka 45 persen jauh meningkat dibandingkan awal implementasi ECD origin yang hanya mencapai 28 persen.

"Dalam kesempatan ini juga saya imbau untuk mengisi ECD hanya pada Link resmi https://ecd.beacukai.go.id/ yang seluruh prosesnya gratis tanpa dipungut biaya. Apabila ditemukan link elektronik selain link resmi tersebut maupun diminta biaya saat pengisian ECD dapat dipastikan merupakan penipuan dan mohon dilaporkan ke layanan contact center kami di Bravo Bea Cukai 1500225," kata dia.

Selanjutnya, program yang telah dijalankan ini didukung oleh sistem manajemen antrian yang memberikan kenyamanan dan ketertiban penumpang. Dan saat ini telah tersedia antrian untuk crew maskapai/diplomatic/international event delegation, antrian umrah/haji/wisata religi, dan antrian regular lainnya.

"Kami berkomitmen untuk senantiasa melakukan perbaikan dan peningkatan pelayanan guna kepuasan masyarakat dan pemangku kepentingan. Terakhir saya imbau kepada masyarakat untuk selalu menaati segala ketentuan yang berlaku di Indonesia sebagaimana layaknya di peraturan negara-negara lainnya," tuturnya.

Baca juga: 72.983 ribu WNI pergi ke luar negeri pada periode libur Imlek

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2024