Jakarta (Antara News) - Operasi pasar daging digelar di sejumlah lokasi wilayah Jabodetabek kerja sama Bulog, swasta, dan Komite Daging Sapi mulai H-3 sampai dengan H-1 Lebaran 2017 dengan harga Rp75.000 untuk daging beku dan Rp90.000 daging sapi.

Salah satu mitra Bulog yang menggelar operasi pasar PT Suri Nusantara Jaya (SNJ), mulai pukul 5.30 WIB, Kamis, bertempat di enam lokasi yang menjadi kantor cabang yakni Kranggan, Joglo, Jatiwaringin, Depok, Pondok Gede, dan Cirebon.

Direktur Utama SNJ, Dimas Wibowo mengatakan, daging sapi yang dijual merupakan impor dari Sepanyol, Selandia Baru, Australia, sedangkan untuk daging kerbau diimpor dari India.

Dimas yang didampingi Komisaris Utama Diana Dewi mengatakan, kebijakan yang diterapkan pemerintah saat ini dinilai lebih mampu menjamin ketersediaan stok daging dengan memberikan penugasan kepada Bulog untuk mengimpor daging, dengan demikian mitra tinggal membeli dari Bulog.

Kebijakan ini, menurut Dimas, sangat efektif untuk menangkal spekulan karena harga yang dikenakan Bulog seragam yakni Rp63.000 per kilogram untuk daging kerbau dan Rp70.000 per kilogram untuk daging sapi, kemudian untuk mitra kepada pedagang mendapat marjin Rp3.000 dan Rp10.000 per kilogram.

"Dengan demikian pedagang tidak bisa semena-mena lagi menaikan harga karena harga dasarnya sudah ketahuan," kata Dimas saat ditemui di SNJ cabang Kranggan Kota Bekasi.

Dimas mengatakan, permintaan tinggi daging sapi biasanya terjadi saat menjelang lebaran saja yakni sepanjang H-3 , H-2, H-1 mencapai 3.000 ton, setelah itu permintaan biasanya menurun bahkan disaat normal permintaan hanya 5.000 ton.

Dimas mengungkapkan saat memulai operasi pasar stok yang di Kranggan sudah keluar 90 ton dalam waktu tujuh jam, namun hal ini tidak menjadi kendala karena akan segera ditambah dari gudang pendingin yang ada di Cikarang Jawa Barat.

"Bagi kami dengan kebijakan baru ini dituntut untuk meningkatkan volume penjualan karena kalau mendapatkan dari marjin sudah tidak mungkin mengingat harganya sudah dipatok," ujar Dimas.

Dimas mengatakan, pihaknya menempuh strategi agar operasi pasar berjalan baik dengan menginformasikan melalui media massa serta berkerja sama dengan pengurus RT/RW mengenainya kegiatan tersebut, pasar terbuka untuk umum.

"Kerja sama dengan Bulog selain sebagai distributor juga sebagai penyedia layanan gudang pendingin. Meskipun gudangnya kami kelola, namun tetap harus membeli kalau ingin dikeluarkan untuk itu ada purchasing order dan delivery order dalam sistem kerja sama kami," kata Dimas.

Sedangkan Ketua Komite Daging Sapi, Sarman Simanjorang menjelaskan, yang diatur pengadaan daging beku melalui Bulog hanya kerbau, sedangkan untuk daging sapi beku impor dibuka kepada mitra.

"Saya pastikan operasi pasar ini akan digelar setiap hari sehingga masyarakat tidak perlu khawatir stok masih berlimpah," kata Sarman.

Sarman mengatakan, operasi pasar daging sapi difokuskan untuk wilayah Jabodetabek sekitar 70 persen karena memang tidak ada basis peternakan, sedangkan sebanyak 30 persen berada di luar kawasan tersebut.

Menurut Sarman langkah mengimpor daging ini harus dilaksanakan agar harga daging sapi tidak dimainkan lagi, saat ini Indonesia belum mencapai swasembada daging, namun secara bertahap harus mengarah ke sana.

Pewarta: Ganet Dirgantoro

Editor : Ganet Dirgantara


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2017