PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten terus mendorong pemberdayaan perempuan dalam pengarusutamaan gender. Melalui kegiatan bertajuk 'Srikandi "Movement' yang berkolaborasi dengan PLN Peduli dan Yayasan Baitul Maal PLN (YBM PLN).

Para Srikandi PLN UID Banten (karyawati) menggelar Aksi Sosial Peningkatan Kesehatan Ibu Hamil dan Balita di Desa Tambakbaya Kabupaten Lebak, Banten, Kamis, (7/12).

Sebanyak 80 balita dan 20 ibu hamil menjadi sasaran penerima bantuan program ini. Anak-anak dan ibu hamil tersebut saat ini dibawahi oleh 4 balai penyuluh dan 12 kader yang ikut berperan serta selama 6 bulan ke depan untuk melakukan pendampingan, penyuluhan kebutuhan gizi dan penyerahan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). 

Baca juga: Srikandi PLN Banten gencarkan promo dan informasi layanan listrik

Para peserta diberikan pengetahuan untuk mengadopsi perilaku hidup dengan pola gizi seimbang di kehidupan sehari-hari secara berkelanjutan dalam mengolah menu berbasis B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) dengan mendemokan masak secara "live" oleh "chef-chef" berpengalaman dari Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI). 

Hadir pada acara tersebut adalah ketua Srikandi PLN UID Banten, Luky Artanti, Ketua YBM PLN UP3 Banten Selatan, Arie Firmansyah, Kabid Dalduk-KB DP3AP2KB, Tuti Nurasiah, Camat Kecamatan Cibadak, Yusuf Atori, Lurah Desa Tambakbaya, Rizky Permana, Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI), Ikhwan Sahroji. 

General Manager PLN UID Banten, Abdul Mukhlis menjelaskan, kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk respons terhadap permasalahan "stunting" yang masih menjadi tantangan serius di masyarakat, sehingga program ini bertujuan untuk menurunkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. 

“Program pencegahan "stunting" merupakan wujud komitmen PLN untuk turut serta berkontribusi secara langsung dalam pencegahan "stunting" yang sejalan dengan "Sustainable Development Goals" (SDG’s) pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke-2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi serta mencapai ketahanan pangan,” kata Abdul Mukhlis.

Baca juga: Gagal isi token, ini penyebab dan solusi dari PLN

Ketua Srikandi PLN UID Banten, Luky Artanti mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan bekerja sama dalam merealisasikan program. “Program ini telah dilaksanakan dengan baik karena kolaborasi yang terjalin dengan baik. Terima kasih kepada semua pihak atas penyelenggaraan program ini. Kami sangat mengharapkan kegiatan ini dapat memberi dampak nyata dalam mencegah "stunting,” ungkap Luky.

Menanggapi kegiatan ini, Camat Cibadak, Yusup Atori turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh  PLN melalui gerakan Srikandi "Movement".

“Saya mewakili warga Kecamatan Cibadak mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah peduli dengan kondisi tumbuh kembang anak maupun kesehatan ibu hamil di Desa Tambakbaya. Bantuan ini sangat bermanfaat dan berkelanjutan selama enam bulan kedepan, sehingga harapannya angka _stunting_ di Kecamatan Cibadak bisa menurun,” pungkas Yusup.

Pada kesempatan ini Srikandi PLN UID Banten juga mengenalkan kemudahan memasak dengan kompor induksi kepada para peserta. Adapun menu yang didemokan terbuat dari bahan pangan lokal, seperti singkong dan daun kelor yang dimasak menjadi dimsum daun kelor, puding daun kelor, hingga ramen singkong.

Baca juga: PLN sabet 28 penghargaan dalam ICA dan ISDA Awards 2023
Baca juga: PLN Banten raih penghargaan "Gold" pada Indonesia SDG's Award 2023

Pewarta: Mulyana

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2023