Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten Brigjen Pol Rohmad Nursahid menyebutkan wilayah khusus yang jadi sasaran bandar sabu-sabu akan terus dipantau, karena tren penyelundupan narkotika di daerahnya mulai mengalami peningkatan signifikan.

"Untuk kasus sabu (narkotika) ini meningkat, apalagi di bulan September 2023. Seperti yang terjadi di Priuk Tangerang, kita bisa ungkap 12,780 kilogram sabu," ucap Rohmad di Tangerang, Selasa.

Sehubungan dengan peningkatan itu, pihaknya akan melakukan evaluasi dan pengetatan operasi terkait pencegahan serta pengendalian kasus penyelundupan narkotika tersebut, terutama tempat yang memang khusus jadi sasaran bandar seperti Tangerang Raya.

"Itu macam-macam ada yang di apartemen, kontrakan dan sebagainya. Dari peredaran itu paling banyak adalah sabu-sabu, kalau untuk wilayah Banten ini adalah peredaran sabu dan ganja," ujarnya.

Baca juga: Bea Cukai Soetta gagalkan penyeludupan sabu lewat senar pancing

Dia juga mengaku seluruh wilayah di Provinsi Banten khususnya Tangerang Raya masuk dalam zona merah peredaran narkotika, karena wilayahnya tersebut menjadi lokasi strategis untuk transaksi hingga produksi dari para bandar narkotika jaringan internasional.

"Semua wilayah rawan, apalagi d Banten ini akan daerah penyanggah ibu kota Jakarta, banyak pelabuhan, ada bandara paling besar dan ada juga jalur lau antara Merak sampai Bakauheni jalur Sumatera," jelasnya.

Di sisi lain, ia menyampaikan jenis narkoba yang ditemukan di Banten tidak ada yang baru. Namun, dalam peredaran narkotika yang berhasil dibongkar itu adalah jenis sabu, ekstasi, dan ganja.

"Sementara ini belum, kan terakhir itu sudah diungkap sama Bareskrim Polri di Jawa. Kemungkinan di kita ada, karena buktinya sekarang sudah ada modus melalui keripik pisang," katanya.

Jenderal bintang satu ini menambahkan narkotika yang diselundupkan ke Banten itu berasal dari jaringan internasional seperti jaringan Afrika, China, hingga Thailand, namun narkoba dari jaringan itu tetap transit di negara tetangga sebelum diselundupkan ke Indonesia.

"Macam-macam, terutama Negara Afrika banyak, China, Thaliland dan sebagainya," kata dia.

Baca juga: Kurir narkoba jenis sabu dibekuk aparat Polres Serang
Baca juga: Kasus narkoba, G-Dragon BIGBANG bantah rusak bukti

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2023