Industri Kecil Menengah (IKM) binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, PT harapan Agri melakukan ekspor perdana briket arang batok kelapa tujuan Arab Saudi.
Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar saat melepas ekspor perdana briket arang tersebut di Serang, Banten, Rabu, mengatakan Pemerintah Provinsi Banten terus melakukan pembinaan dan pendampingan Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) dan IKM untuk naik kelas sekaligus memperluas lapangan kerja masyarakat.
 
“Dengan pembinaan yang baik, produk ekspor briket ini akan terus ditingkatkan. Apalagi, pasar dari briket ini banyak tersedia dari mulai negara-negara di Eropa dan Timur Tengah,” katanya.

Baca juga: Warga Bagendung lirik pemanfaatan sampah untuk briket
 
Hal ini, kata Al, akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten. Pemerintah tentu sangat mendukung dan terus mendorong UMKM lainnya untuk memperluas pangsa pasar sampai mancanegara.
 
“Kita mempunyai posisi yang secara kewilayahan memungkinkan. Karena kita terakses jalan tol, pelabuhan, dan faktor penghubung skema dagang lainnya yang sudah tersedia dengan baik. Tinggal dimanfaatkan saja,” ujarnya.
 
Dikatakan, limbah batok kelapa ini kalau tidak terolah dengan baik akan menjadi pengganggu lingkungan yakni sampah. Untuk itu, dengan adanya hilirisasi ini banyak hal yang terselesaikan.
 
“Mempunyai nilai tambah ekonomi dan di hulunya petani juga nanti bisa menjual tempurung kelapa ini ke penampung. Jadi tidak ada yang terbuang,” ucapnya.

Baca juga: Rajungan kupas di Serang jadi produk andalan ekspor
 
Sementara itu, Kepala Disperindag Provinsi Banten Babar Suharso menambahkan, IKM PT Harapan Agri ini merupakan salah satu dari 30 IKM yang dilakukan pembinaan dari tahun 2021-2022 yang berasal dari Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
 
“Awalnya mereka hanya menjual di dalam negeri. Kemudian kita berikan pelatihan ekspor. Alhamdulillah sekarang ini ekspor perdana secara mandiri,” kata Babar.
 
Selain IKM PT Harapan Agri, dalam waktu dekat juga akan dilakukan ekspor komoditi lainnya seperti coklat, kain tenun Baduy, talas benang yang kesemua itu merupakan binaan Pemprov Banten.
 
"Sampai bulan Oktober 2023 ini, capaian ekspor kita sudah mencapai hampir Rp10 miliar lebih. Itu semuanya berasal dari 30 IKM binaan kita," katanya.
 
Hal ini, kata Babar, akan terus di dorong, agar IKM dan UMKM di Provinsi Banten bisa naik kelas dan tidak hanya perusahaan-perusahaan besar saja yang bisa melakukan ekspor.

Baca juga: Industri Fair 2023 perkuat investasi dan ekspor di Banten

Pewarta: Desi Purnama Sari

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2023