Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Badui Kabupaten Lebak, Banten berkembang melalui kemitraan dengan BUMN yang diantaranya Krakatau Steel (Persero) Tbk, sehingga dapat menumbuhkan pendapatan ekonomi di daerah itu.
 
"Kami sangat terbantu adanya bantuan pinjaman permodalan dari Krakatau Steel (Persero) Tbk itu tanpa bunga," kata Ketua Klaster UMKM Badui di Desa Kanekes Kabupaten Lebak Sarmedi di Lebak, Sabtu.
 
Pelaku UMKM Badui melalui kemitraan PT KS sebanyak 20 anggota dengan unit usaha terdiri dari aneka kerajinan, souvenir, warungan bahan pokok hingga makanan.
 
Para pelaku UMKM Badui itu mendapatkan bantuan permodalan kemitraan sejak 2019 hingga kini masih berjalan. Bantuan permodalan ini mulai Rp5 juta hingga Rp50 juta dan pengembaliannya tanpa bunga.
 
"Kami merasa terbantu pinjaman modal itu dan kini omzet pendapatan usaha bisa mencapai Rp5-7 juta per hari," kata Sarmedi sambil menyatakan sebagai toko sembako.

Baca juga: Busana Badui hasil produksi UMKM diminati kalangan muda
 
Amir (50) seorang perajin Badui mengatakan  bahwa banyak pelaku usaha masyarakat Badui kini berkembang setelah menerima bantuan permodalan dari PT Krakatau Steel.
 
"Kami sudah 3 tahun dibantu permodalan oleh PT KS hingga kini masih bertahan produksi kerajinan tenun, " katanya. 
 
Tetua adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Jaro Saija mengatakan UMKM masyarakat Badui banyak terima kasih atas bantuan baik permodalan maupun peningkatan sumber daya manusia ( SDM) pelatihan manager keuangan, motivasi, spritual, jiwa kewirausahaan, pembinaan pengembangan usaha hingga promosi usaha.

Produk pelaku UMKM juga difasilitasi pemasaran ke luar daerah dengan mengikuti pameran untuk membantu untuk peningkatan ekonomi warga Badui. Saat ini, jumlah pelaku UMKM Badui sekitar 1.000 unit usaha.
 
Selama ini, produk UMKM Badui juga dipasarkan secara dalam jaringan (daring) online yang terkoneksi melalui jejaring media sosial. 
 
"Kami meyakini pemasaran digital sangat membantu bagi pelaku UMKM untuk peningkatan omzet pendataan," kata Jaro Saija.

Baca juga: Musim durian dan kesejahteraan warga Badui
 
Sementara itu, Pengembangan Bisnis dan Portofolio PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Agus Nizar Vidiansyah mengatakan pihaknya membantu permodalan kemitraan pelaku UMKM masyarakat Badui agar dapat meningkatkan pendapatan ekonomi mereka.
 
Para pelaku usaha yang mendapatkan bantuan pinjaman modal itu mulai Rp3 juta hingga Rp 50 juta dengan pengembalian sesuai kontrak ada satu tahun juga ada yang dua tahun. 
 
Pelaku usaha yang dibantu  itu hampir semua kecamatan di Kabupaten Lebak ada  pada sektor perdagangan, industri, jasa, pertanian, peternakan   UMKM dan aneka kerajinan. 
 
Pengembaliannya pun tergantung keinginan mereka dan hanya dikenakan jasa tanpa bunga. Bahkan, jasa yang dikenakan juga untuk kegiatan pelaku UMKM, seperti mengikuti pameran maupun promosi. 
 
"Kami menyalurkan bantuan modal itu untuk pengembangan usaha masyarakat agar mereka berkembang menjadi usaha besar, " katanya menjelaskan. 

Baca juga: Petani Badui mulai tanam padi huma setelah hujan mulai turun
Baca juga: Tuntas minum obat, dua warga Badui dinyatakan sembuh dari tuberkulosis

Pewarta: Mansyur suryana

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2023