Masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten memiliki cadangan pangan sebanyak 8.000 lumbung atau "leuit" untuk menyimpan gabah hasil panen huma, sehingga memenuhi ketersediaan pangan.
 
"Kami masyarakat Badui hingga kini belum pernah terancam kerawanan pangan maupun kelaparan," kata Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Jaro Saija, di kediamannya, Selasa.
 
Masyarakat Badui sejak dulu hingga sekarang memiliki kedaulatan pangan karena mempunyai lumbung untuk menyimpan gabah hasil panen. Diperkirakan jumlah lumbung yang ada sebanyak 8.000 leuit dari 4.000 kepala keluarga dengan penduduk 13.309 jiwa.
 
Dari 8.000 lumbung pangan itu jika rata-rata sebanyak tiga ton/lumbung, sehingga jumlah total 24 ribu ton gabah.

Baca juga: Terobosan perajin kain tenun Badui dalam memasarkan karyanya
 
"Kami meyakini stok pangan yang ada di lumbung itu bisa dijadikan pangan keluarga jika terserang hama maupun bencana alam," katanya menjelaskan.
 
Menurut dia, masyarakat Badui sejak nenek moyang memiliki pertahanan pangan yang kuat dengan menyimpan hasil panen gabah huma ke lumbung yang lokasinya di belakang permukiman.
 
Lumbung terbuat dari atap ijuk dan dinding bilik bambu serta kayu laban, sehingga tikus tidak bisa memakan gabah. Dalam lumbung itu, gabah bisa bertahan puluhan tahun dengan kondisi baik.
  
"Kami memastikan masyarakat Badui terpenuhi ketersediaan pangan lokal," katanya menegaskan.

Baca juga: Tersedia 6000 lumbung, warga Badui jamin stok pangan aman
 
Kubil (45), warga Badui mengaku  lumbung pangan miliknya terdapat tiga ton dari hasil panen huma selama lima tahun.
 
Sampai saat ini gabah ada di lumbung sebagai cadangan pangan jika terjadi pailit, seperti terjadi gagal panen akibat kemarau maupun dilanda bencana.
 
"Kami saat ini masih bisa membeli beras, meski memiliki cadangan pangan," katanya menjelaskan.
 
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan selama ini cadangan pangan masyarakat Badui relatif aman dan belum terjadi kerawanan pangan.
 
Mereka memiliki cadangan pangan masyarakat adat itu 8.000 lumbung dengan menyimpan gabah rata-rata tiga ton/lumbung.
 
"Kami melihat persediaan pangan masyarakat Badui relatif aman dan setiap panen mereka menyimpan di lumbung itu serta tidak dijual," katanya pula.

Baca juga: Pj Gubernur Banten apresiasi kedaulatan pangan warga Kasepuhan

Pewarta: Mansyur suryana

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2023