Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mendukung sepenuhnya terhadap penerbitan dua standar perdana Dewan Standar Keberlanjutan Global International Sustainability Standards Board (ISSB) untuk meningkatkan entitas bisnis dan pasar modal di seluruh dunia.

Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI, Ardan Adiperdana dalam keterangan tertulis diterima di Tangerang, Selasa mengatakan dengan terbitnya IFRS S1 dan IFRS S2 ini menandai dimulainya pekerjaan besar oleh profesi akuntansi untuk mengantarkan era baru di pasar modal.

"Sebagai negara G20, Indonesia harus bersiap semaksimal mungkin untuk memastikan standar ini segera dapat diterapkan dalam ekosistem keberlanjutan di Indonesia," katanya.

Baca juga: Pemkot Tangsel harapkan IAI dukung pembangunan daerah

Menurut dia, IFRS S1 akan menyediakan serangkaian persyaratan pengungkapan yang dirancang untuk memungkinkan perusahaan berkomunikasi dengan investor tentang risiko dan peluang terkait keberlanjutan yang dihadapi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

"Kemudian, untuk IFRS S2 menetapkan pengungkapan informasi mengenai risiko dan peluang terkait iklim dan dirancang untuk digunakan dengan IFRS S1," ucapnya.

Ia mengatakan, ISSB dapat mengembangkan IFRS S1 dan IFRS S2 dengan memanfaatkan masukan pelaku pasar dan pemangku kepentingan, serta sebagai tanggapan atas panggilan dari G20, Dewan Stabilitas Keuangan (FSB), dan Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO), serta pemimpin dalam komunitas bisnis dan investor.

"Pendekatan global yang didukung oleh G20 dan pemangku kepentingan lainnya, akan memberi investor sebuah pengungkapan keberlanjutan yang dapat dibandingkan secara global," ujarnya.

Baca juga: IAI dinilai jadi penggerak pertumbuhan ekonomi pengusaha lokal

Sebagai organisasi profesi yang menaungi akuntan profesional di seluruh Indonesia, IAI secara aktif telah mendukung inisiasi pembentukan ISSB yang akan menerbitkan basis global standar keberlanjutan berkualitas tinggi.

"Untuk mempersiapkan adopsi standar ISSB tersebut, IAI tengah mempersiapkan pembentukan Dewan Standar Keberlanjutan (DSK IAI)," terangnya.

Dalam bentuk inisiasi awal pembentukan ini, kata dia, telah dilakukan dengan pemutakhiran Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) IAI dalam Kongres ke-14 pada Desember tahun lalu. Pemutakhiran ini memungkinkan IAI membentuk dewan baru di bawah IAI terkait keberlanjutan yang dinamakan DSK IAI.

Sebelumnya, DPN IAI telah menetapkan pembentukan Task Force Comprehensive Corporate Reporting (TF CCR IAI) pada 15 Desember 2020 dalam rangka mempersiapkan rencana dan implementasi sustainability reporting/comprehensive corporate reporting di Indonesia.

Baca juga: Mahasiswi Akuntansi Universitas Sutomo Gelar PKM Peluang Dan Tantangan Profesi Akuntan

Keanggotaan TF CCR IAI ini terdiri dari perwakilan regulator (Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, SRO), perwakilan pebisnis (KADIN, CFO Club), praktisi dan perwakilan profesi yang memahami proses standard setting dengan baik.

Di saat yang sama, induk organisasi akuntan dunia, International Federation of Accountants (IFAC) mendorong semua akuntan profesional di seluruh dunia untuk mengadvokasi penerapan standar ISSB ini sehingga pelaporan entitas yang berkualitas tinggi terkait informasi keberlanjutan segera dapat direalisasikan.

"Profesi akuntansi global untuk bekerja sama dengan regulator dan pemangku kepentingan di masing-masing yurisdiksi untuk mendukung penerapan standar ISSB, membantu mendorong kapasitas penerapannya, hingga memberikan input atas standar ini," kata CEO IFAC, Kevin Dancey.

Urgensi Standar ISSB bagi Ekonomi Global
IFRS S1 dan IFRS S2 diluncurkan secara resmi oleh Chair ISSB, Emmanuel Faber pada konferensi tahunan IFRS Foundation pada 26 Juni 2023 di London.

Standar baru ini juga dipublikasikan selama sepekan pada acara yang diselenggarakan oleh bursa saham di seluruh dunia, termasuk di Frankfurt, Johannesburg, Lagos, London, New York, hingga Santiago.

ASEAN Capital Markets Forum juga menyelenggarakan acara peluncuran atas penerbitan standar ISSB ini di Singapura, yang juga dihadiri oleh OJK dan IAI sebagai regulator dan standard setter.

Baca juga: Akuntan asal Indonesia bisa belajar dan berkarir di Kanada
 

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2023