Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah meminta kepada dinas perhubungan menempelkan  informasi "call center" pada angkot Si Benteng untuk memudahkan masyarakat jika ingin melakukan pengaduan terkait pelayanan moda transportasi umum tersebut.

"Dishub saya minta nanti pasang sticker call center di belakang mobil dan di dalam mobil, kalau pengemudinya ugal - ugalan, berhenti sembarangan, tidak 'on time' masyarakat bisa lapor," katanya di Tangerang, Senin.

Baca juga: Pemkot Tangerang dorong sekolah bangun kebersamaan raih Adiwiyata

Wali Kota berpesan kepada para pengemudi angkot Si Benteng untuk bisa melayani penumpang dengan pelayanan yang terbaik, terlebih masih ada keluhan masyarakat terkait pengemudi yang berkendara secara ugal - ugalan.

"Saya minta penumpang atau masyarakat yang naik angkot Si Benteng agar dilayani dengan ramah dan baik, mereka itu orang penting 'very important person'," artinya kita harus melayani secara paripurna," ujarnya.

Ia juga berharap  Si Benteng bisa menghadirkan moda transportasi umum yang nyaman dan juga murah sehingga bisa menjadi  pilihan masyarakat. 

"Alhamdulillah, hari ini Pemkot Tangerang melalui dinas perhubungan dan PT. TNG telah meluncurkan koridor ke-9 angkutan kota Si Benteng, mudah - mudahan menjadi alternatif, agar masyarakat mau menggunakan transportasi umum di Kota Tangerang," ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Achmed Suhaely menerangkan, koridor atau rute trayek baru angkot Si Benteng ini salah satu pengembangan jalur baru untuk memfasilitasi masyarakat wilayah Kelurahan Cibodas dan Karawaci.

"Semoga dengan adanya rute baru ini, masyarakat bisa terfasilitasi mobilitasnya dengan angkot Si Benteng," ujar Suhaely.

Sementara, Direktur PT. TNG Edi Chandra menjelaskan bahwa pengembangan rute baru koridor 9 angkot Si Benteng ini adalah hasil evaluasi PT. TNG dan dinas perhubungan guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat terkait kebutuhan transportasi Angkutan Kota.

"Jadi kami terus mengevaluasi, tidak menutup kemungkinan juga untuk koridor - koridor sebelumnya bisa kami kembangkan, misal 1 (satu) koridor kami pecah dua untuk membuka rute baru, tergantung kebutuhan masyarakat di masing - masing wilayah," kata dia.

Terkait keluhan masyarakat, pihaknya menyediakan Call Center, bisa menghubungi di Nomor 021-5578-5679. "Bisa juga melalui sosial media seperti Instagram di @tangerangnusantaraglobal," kata Edi Chandra.

Sebagai informasi, rute pengembangan koridor baru dengan kode trayek AP. 1 menyediakan empat unit angkot Si Benteng dengan rute keberangkatan di Masjid At Taqwa (Kav. Perkebunan) – Jl. Betet Raya - Puskesmas Panunggangan Barat - Hotel Olive - Kelurahan Panunggangan Barat - Pos Gerendeng - Rs. Melati (Jl. Merdeka) jarak tempuh 9,1 KM. 

Rute pulang Rs. Melati (Jl. Merdeka) - Pos Gerendeng - Gereja Pantekosta Teuku Umar - Taman Cisadane - Kelurahan Panunggangan Barat - Puskesmas Panunggangan Barat - Jl. Betet Raya - Jl. Keramat - Masjid At Taqwa jarak tempuh 10,6 KM.

Pewarta: Achmad Irfan

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2022