Serang (AntaraBanten) - Bagian Administrasi Pelatihan Perikanan Sekolah Tinggi Perikanan Serang siap mendorong pengembangan budi daya udang di Provinsi Banten melalui teknologi skala mini empang plastik berwawasan lingkungan atau Busmetik Eco-Shrimp.

Pengembangan inovasi teknologi budi daya udang skala mini empang plastik (busmetik) disinergikan dengan konsep budi daya terintegrasi, sesuai dengan pendekatan ekonomi lestari atau "blue economi" dengan istilah "eco-shrimp", kata Kepala Bagian Administrasi Pelatihan Perikanan Sekolah Tinggi Perikanan (BAPPL-STP) Serang Sinung Rahardjo di Karangantu, Minggu.

Konsep pengembangan tersebut, kata Sinung, yaitu menerapkan teknologi budi daya udang ramah lingkungan berkelanjutan, yang limbahnya dimanfaatkan untuk pertumbuhan rumput laut, vegetasi mangrove atau bakau, bandeng dan budi daya kepiting soka dan lainnya, sehingga tidak mencemari lingkungan.

"Jadi ada nilai tambah, kita tidak sekadar panen udang, tetapi juga bisa dengan rumput laut, kepiting soka dan lainnya. Ini terobosan baru yang akan kami kembangkan untuk membantu pemerintah khususnya di Provinsi Banten," kata Sinung Rahardjo yang baru menjabat Kepala BAPPL STP Serang sekitar 10 Oktober 2014, menggantikan pejabat sebelumnya Tb Haeru Rahayu.

Ia mengatakan, untuk memperkuat pengembangan konsep budi daya udang dengan teknologi Busmetik Eco-Shrimp tersebut, membutuhkan kerja sama yang intens antarpemerintah kabupaten/kota serta Provinsi Banten. Oleh sebab itu, pihaknya siap mendorong dan membantu Pemprov Banten dalam upaya pengembangan budi daya udang terutama di daerah-daerah yang potensial.

"Melalui kerja sama nanti, kami berharap ada dampak positif bagi pengembangan sektor perikanan khusunya udang di Banten, sebagai komoditas unggulan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir. Sebab Banten sangat kaya potensi kemaritiman," kata Sinung.

Melalui pengembangan dari konsep teknologi Busmetik tersebut, kata Sinung, diharapkan kualitas lingkungan perairan menjadi lebih baik, keberlanjutan usaha dapat dijaga dan terdapat nilai tambah produksi dari budi daya lainnya.

"Kami juga tengah menerapkan konsep pengembangan Eco-shrimp dalam ruangan dengan sistem bak. Konsep ini bisa dikembangkan dengan modal yang tidak telalu besar pada lokasi terbatas," kata Sinung yang sebelumnya menjabat Ketua Jurusan Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Perairan Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten Maesyaroh Mawardi mengatakan, pihaknya siap bekerja sama dengan STP Serang dalam upaya pengembangan budi daya udang. Bahkan konsep Busmetik tersebut telah dilakukan uji coba di sejumlah daerah di Banten, meskipun masih dalam skala kecil.

"Kami sangat mendukung dalam upaya meningkatkan produksi udang di Banten. Bahkan belum lama ini, kami juga menyaksikan panen udang di Wanayasa, hasilnya cukup bagus, sehingga ke depan Busmetik bisa terus dikembangkan," kata Maesyaroh.

Pewarta:

Editor : Ganet Dirgantara


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2014