Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia mendorong dilakukannya percepatan vaksinasi COVID-19 bagi penyandang disabilitas di Provinsi Banten.

Angkie dalam siaran pers mengenai kunjungan kerjanya ke Banten, Rabu, mengatakan berdasarkan data yang ia miliki, sebanyak 18.166 penyandang disabilitas di wilayah Banten menjadi target untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 dari total keseluruhan penyandang disabilitas.

Baca juga: Cakupan vaksinasi COVID-19 oleh Polda Banten dan jajaran capai 211.396 orang

Dari total target vaksinasi itu, menurut Angkie, sebanyak 4.985 penyandang disabilitas telah divaksin COVID-19.

“Saya mengapresiasi upaya dan langkah-langkah yang sudah diambil oleh Pemprov Banten dalam upaya percepatan vaksinasi COVID-19 ini. Memang harus kita akui serapan vaksinasi ini belum mencapai 50 persen tapi melihat langkah yang diambil oleh Pemprov Banten, saya berharap serapannya bisa terus bertambah, agar terbentuk kekebalan komunal di kalangan penyandang disabilitas ," ujar Angkie.

Angkie dalam kesempatan itu juga melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy.

Angkie mengharapkan adanya kolaborasi lintas sektoral untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan mensosialisasikan kepada masyarakat agar mau divaksin.

“Di kesempatan baik ini, saya juga berharap adanya sinergitas lintas sektoral dalam menangani pandemi COVID-19, agar Indonesia bisa terbebas dari penyebaran virus ini," ujar Angkie.

Vaksinasi COVID-19, kata Angkie, merupakan salah satu upaya pemerintah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas seperti yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Menurut Angkie, vaksin COVID-19 yang diberikan kepada penyandang disabilitas ini merupakan vaksin hibah jenis Sinopharm dari Raja Uni Emirat Arab untuk pemerintah Indonesia sebanyak 450.000 dosis vaksin. Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan agar vaksin hibah tersebut turut diberikan kepada 225.000 penyandang disabilitas.
 

Vaksinasi COVID-19 yang menggunakan vaksin Sinopharm ini dilakukan di enam provinsi yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Bali.

Sementara Wagub Banten Andika, seperti dikutip Angkie, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat memetakan jumlah penyandang disabilitas di Banten setelah mendapatkan arahan dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan vaksinasi bagi penyandang disabilitas,

Andika menambahkan total jumlah penyandang disabilitas di Banten ada 27.000 jiwa.

"Pertama, sejak awal ada arahan dari pemerintah pusat, kita langsung bergerak cepat, dan yang utama kita lakukan adalah pendataan penyandang disabilitas karena datanya dari dinas sosial. Dari data itu kita langsung ajukan ke pemerintah pusat jumlah disabilitas di Banten sebanyak 27.000, tapi kita mendapat 18 ribu lebih, nah sekarang kita sedang mengatur alokasinya biar mencukupi," ujar Andika.

Ia menargetkan pemberian dosis pertama vaksinasi COVID-19 khusus disabilitas dapat selesai pada 8 September 2021.

Namun Andika mengakui ada beberapa kendala dalam melakukan vaksinasi khusus penyandang disabilitas ini, yaitu minimnya literasi pemahaman tentang disabilitas, dan cara penanganan vaksinasi untuk disabilitas.

Meski begitu, kata Andika, Pemprov Banten tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Menurut Andika sejumlah strategi sudah dilakukan Pemprov Banten mempercepat vaksinasi COVID-19 bagi disabilitas, di antaranya, membuat sentra-sentra vaksinasi COVID-19, membuka sentra vaksinasi di sekolah berkebutuhan khusus, dan membuka vaksinasi di panti sosial.

Andika juga mengaku sangat terbantu dengan dukungan dari Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia karena penyandang disabilitas yang tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK) tetap mendapatkan vaksinasi COVID-19.


 

Pewarta: Indra Arief Pribadi

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2021