Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menegaskan bahwa petani merupakan garda terkuat dalam konstelasi ekonomi.

Komentar itu diutarakan ketika Abdul Halim Iskandar melakukan penanaman perdana Kawasan Pedesaan Prioritas Nasional Agropolitan di Desa Tekasire, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diinisiasi oleh PT Pupuk Kaltim dengan dihadirinya bersama Nyai Lilik Umi Nashriyah.

Baca juga: Mendes: UU Cipta Kerja Pasal 117 jadi solusi badan hukum BUMDes

"Petani itu garda terkuat dalam konstalasi ekonomi," kata pria yang akrab disapa oleh Gus Menteri dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta pada Jumat.

Menurut dia, hal itu terbukti ketika pertumbuhan ekonomi Indonesia minus lima persen di kuartal II, tiga persen di kuartal III dan kuartal IV diharapkan bisa minimal 0,5 persen, pertanian menjadi pertahanan untuk sektor ekonomi .

"Semua sektor minus kecuali pertanian, sukses untuk para petani," kata dia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan bahwa pertanian segmen ekonomi paling tangguh hingga pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik daripada Singapura dan Malaysia.

Dia menegaskan agroindustri bagian penting untuk membangun kekuatan sektor pertanian, termasuk untuk ketahanan pangan.

Abdul Halim Iskandar menegaskan bahwa kemandirian pangan bisa diwujudkan, yang diharapkan bisa dicapai didukung pembangunan desa dengan target capaian yang konkret dan terukur.

Kemendes PDTT sedang merancang ulang pembangunan desa yang tidak hanya bertumpu pada aspek kewilayahan tetapi juga kewargaan.

Mulai 2021, arah pembangunan desa dibuat secara utuh, lengkap, holistik, dan dinarasikan sesederhana mungkin agar siapa pun yang memahami dan menjalankan arah pembangunan desa bisa mencerna dengan baik, agar bisa lebih merancang arah pembangunan desa seperti yang dicita-citakan.

"Salah satunya Desa Tanpa Kemiskinan dan kelaparan. Bentuk upaya menuju ke sana misalnya, bicara tentang ketahanan pangan, peningkatan produksi pertanian dan meningkatkan nilai tukar petani," katanya.

 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2020