Jumat, 18 Agustus 2017

Hotel Indonesia Natour Ingin Jadi "Market Leader"

id Natour
Hotel Indonesia Natour Ingin Jadi
Direksi PT Hotel Indonesia Natour berfoto bersama di depan logo meliputi Direktur Utama Iswandi Said, Direktur Operasi Satria Pringgodani, dan Direktur Keuanan Andy F. Manvaludhi. Perusahaan berencana melakukan transformasi pada 2017-2021 (Arsip )
Transformasi menjadi prioritas meliputi: Turn Around (2017), Growth (2018), Leading (2019), Worldwide (2020), dan Expansion (2021)
Jakarta (Antara News) - PT Hotel Indonesia Natour (Persero) berencana menjadi pemimpin pasar hotel atau "market leader" dengan cara memperkenalkan keramahtamahan khas Indonesia bertaraf internasional di seluruh jaringan nasionalnya sebagai program transformasi perusahaan 2017-2021.

"Transformasi perusahaan yang dilaksanakan PT Hotel Indonesia Natour meliputi tahapan : Turn Around (2017), Growth (2018), Leading (2019), Worldwide (2020), dan Expansion (2021)," kata Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Iswandi Said di Jakarta, Jumat.

Iswandi mengatakan, program ini harus dijalan sebagai antisipasi menghadapi kondisi yang sangat kompetitif ditandai semakin meningkatnya tuntutan service, persaingan harga, pengaruh sarana dan aksesibilitas terhadap tingkat hunian dan berbagai faktor lainnya.

"Industri perhotelan juga sangat dipengaruhi oleh situasi perekonomian dan politik global. Penurunan perekonomian dan kondisi keamanan di suatu negara misalnya, akan memberikan dampak yang besar terhadap industri perhotelan," ujar dia.

Iswandi menjelaskan, program transformasi yang dilaksanakan perusahaan sejalan dengan penugasan yang diberikan oleh Kementerian BUMN, dimana pada tanggal 28 September 2016 Menteri BUMN, Rini Soemarno telah membentuk konsolidasi seluruh hotel yang dimiliki BUMN dalam sinergi “Hotel Indonesia Group" (HIG); dimana PT Hotel Indonesia Natour ditunjuk sebagai kordinator HIG tersebut.

Pada saat ini, Hotel Indonesia Group beranggotakan 43 hotel yang terdiri dari 7 hotel Patra Jasa (anak perusahaan Pertamina), 7 hotel Aero Wisata (anak perusahaan Garuda Indonesia) dan 14 Hotel Indonesia Natour. Selanjutnya 9 hotel milik Pegadaian (Pesonna Hotels), satu hotel milik Taman Wisata Candi (Manohara Hotel Borobudur) dan juga lima hotel milik PT Jakarta Tourisindo bergabung dalam Hotel Indonesia Group.

Ke depan, HIG diharapkan menjadi "hotel chain" terbesar di Indonesia sehingga hotel-hotel tersebut menjadi tuan rumah di negeri sendiri, memudahkan dan memberikan layanan terbaik kepada para wisatawan asing maupun lokal, dengan mengedepankan keramahtamahan Indonesia dan bertaraf internasional, jelas Iswandi.

Dalam kaitan dengan pengembangan HIG tersebut, Iswandi menekankan bahwa "Inna Hotels & Resorts" harus dapat menjadi "role model" bagi hotel-hotel BUMN yang lain dalam rangka sinergi "national hotel chain".

Melalui program transformasi yang dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan, saat ini telah dilakukan penataan dan perbaikan berbagai sarana dan fasilitas hotel di berbagai kawasan, peningkatan kualitas  layanan, pengembangan program pemasaran termasuk melalui website www.hotelindonesiagroup.co.id untuk berbagai layanan dan reservasi yang tersedia dalam bentuk mobile app, hingga pengembangan "human capital management system."

Iswandi juga menekankan, bahwa transformasi yang dilaksanakan PT Hotel Indonesia Natour tidak terlepas dari komitmen sebagai BUMN yang "Hadir Untuk Negeri" dan membantu menyukseskan program pemerintah untuk mendatangkan 19 juta wisatawan pada tahun 2019 nanti.

Editor: Ganet

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga