Serang (ANTARABanten) - Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Provinsi Banten memberikan pelatihan dasar kepada bagi para pembina pramuka se-Banten tentang upaya pencegahan korupsi.


Ketua Kwarda Pramuka Provinsi Banten HM Masduki di Serang, Rabu mengatakan, melalui pendidikan anti korupsi kepada anggota gerakan pramuka sejak dini, diharapkan bisa menangkal seseorang untuk melakukan tindak pidana korupsi di manapun berada.

"Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi. Melalui gerakan pramuka mudah-mudah bisa mencegah tindak pidana korupsi. Karena korupsi itu tidak bisa diberantas, tapi dicegah," kata Masduki dalam acara kursus Pembina Parmuka mahir tingkat dasar (KMD), kerja sama Direktorta Jendral Pendidikan Nonformal dan Informal, Kemendikbud RI dengan Kwarda Pramuka Provinsi Banten.

Mantan Wakil Gubernur Banten 2006-2011 itu mengatakan, di setiap kegiatan pramuka di Banten akan disisipkan mengenai pendidikan tentang anti korupsi, karena segala tindakan korupsi akan merusak pembentukan karakter bangsa. Korupsi juga dapat membunuh mimpi generasi bangsa di masa mendatang.

"Kami akan terus memberikan pembinaan kepada para anggota Pramuka untuk tidak melakukan tindakan korupsi, paling tidak memberikan contoh-contoh yang taat aturan dan membuat laporan keuangan yang baik," katanya.

Sementara itu, Ketua Harian Pramuka Provinsi Banten Cepi Safrul Alam mengatakan, kegiatan KMD diikuti sebanyak 150 anggota Pramuka se- Banten. Dalam kegiatan tersebut, para anggota pramuka di Banten diberikan peningkatan kualitas dari para Pembina Pramuka.

Menurut Cepi, kegiatan tersebut  disambut antusias para anggota pramuka se-Banten, karena pada awalnya hanya 150 orang, namun peminatnya ternyata lebih dari 150 orang.

"Kegiatan ini terbagi tiga kelas, awalnya masing-masing kelas berjumlah 50 orang. Karena peminatnya banyak, jadi tiap kelas bertambah masing-masing enam orang," kata Cepi.