Tangerang (ANTARA) - Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya meluncurkan inovasi ijazah digital sebagai bagian dari transformasi layanan akademik. Kegiatan tersebut dilakukan dalam kegiatan Wisuda Sarjana ke-87 dan Pascasarjana ke-61 yang diikuti 2.962 lulusan.
Rektor Unika Atma Jaya, Prof Yuda Turana menegaskan wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal bagi para lulusan untuk mengaktualisasikan ilmu dalam kehidupan nyata.
Ia juga mengatakan Unika Atma Jaya terus berkomitmen menghadirkan pendidikan berstandar internasional. Komitmen ini tercermin dalam berbagai capaian institusional di tingkat global.
Hingga saat ini, sejumlah program studi Unika Atma Jaya telah meraih pengakuan internasional. Program Studi Sarjana Hukum dan Magister Hukum terakreditasi FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation).
Baca juga: Rektor Atma Jaya: Kasus PTM meningkat, serang usia muda
Sementara itu, Program Studi Sarjana Bioteknologi, Sarjana Teknologi Pangan, dan Magister Bioteknologi telah memperoleh akreditasi dari ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik).
Selain itu, Program Studi Sarjana Akuntansi juga memiliki pengakuan dari ACCA (Association of Chartered Certified Accountants). Adapun program studi lainnya, yaitu Sarjana Manajemen, Sarjana Akuntansi, dan Magister Manajemen, serta Program Studi Pendidikan Profesi Dokter (PSPPD), telah terakreditasi oleh AUN-QA (ASEAN University Network – Quality Assurance).
Pada tahun 2026, Unika Atma Jaya kembali meneguhkan posisinya sebagai Top 10 perguruan tinggi terbaik di Indonesia, serta masuk dalam jajaran 3 perguruan tinggi swasta terbaik nasional versi Times Higher Education (THE) World University Rankings 2026. Di bidang kesehatan, Unika Atma Jaya juga menempati peringkat pertama perguruan tinggi swasta di Indonesia untuk bidang Kedokteran dan Kesehatan. Selain itu, Unika Atma Jaya masuk dalam Top 10 perguruan tinggi dengan tingkat kesiapan kerja terbaik di Indonesia versi QS World University Rankings 2026.
"Capaian ini bukan sekadar pengakuan, melainkan bukti komitmen universitas dalam menghadirkan pendidikan berkualitas sehingga lulusan memiliki daya saing tinggi di dunia kerja." katanya.
Baca juga: Kata pakar, ini kunci agar gen milenial dan Z betah bekerja
Di tingkat nasional, mahasiswa menorehkan prestasi dalam berbagai ajang, seperti National Public Relations Campaign Competition 2025, National Student Conference 2026 dengan tema “From Green Minds to Green Actions: Empowering Young Generation for Real Actions”, serta UGM ASEAN Case Competition 2026.
Di tingkat internasional, mahasiswa menunjukkan daya saing global melalui raihan medali perak pada Siriraj International Microbiology, Parasitology, & Immunology Competition (SIMPIC) 2026 di Thailand. Selain itu, partisipasi juga ditunjukkan dalam berbagai ajang internasional seperti Lintas Sentul – Feel The Jungle 36 km, Tahura Trail Running Race 2026 11th Edition, dan Forest Adventure Trail 50 km.
Universitas juga terus memperkuat jejaring global melalui berbagai program internasional. Hingga saat ini, hampir 500 mahasiswa mengikuti program outbound ke berbagai negara di Eropa dan Asia, serta hampir 1.300 mahasiswa asing mengikuti program inbound di Unika Atma Jaya. Hal ini mencerminkan penguatan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berwawasan global.
"Seluruh capaian ini menunjukkan proses pembentukan karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh, adaptif, dan siap berkontribusi di tingkat global," ujarnya.
Baca juga: 1.000 mahasiswa asing ikuti kegiatan inbound di Atma Jaya
Kemudian Unika Atma Jaya juga membentuk karakter mahasiswa melalui program Student Life Journey (SLJ) yang terintegrasi. Dengan semangat Nilai Inti KUPP, mahasiswa ditempa menjadi intelektual yang tidak hanya unggul, tetapi juga bermoral.
Komitmen terhadap tanggung jawab sosial diwujudkan melalui penyaluran beasiswa guna memperluas akses pendidikan. Sepanjang tahun 2025, total beasiswa yang disalurkan mencapai lebih dari Rp41 miliar kepada lebih dari 2.100 mahasiswa dari 27 provinsi di Indonesia.
Perwakilan lulusan dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Nadia Gabriele Davita Suwarto menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam isu lingkungan.
“Sebagai lulusan Unika Atma Jaya, kita tidak boleh menutup mata bahwa hilangnya ruang hijau bukan sekadar angka, tetapi ancaman nyata bagi masa depan. Sebagai agen perubahan, komunikasi yang efektif menjadi kunci untuk mengedukasi dan mendorong aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah III Tri Munanto menegaskan pentingnya tanggung jawab moral lulusan.
“Dalam lanskap yang serba cepat saat ini, ijazah dan gelar akademik adalah fondasi yang kuat. Namun, fondasi tersebut perlu disertai karakter, ketangkasan, dan integritas. Jadikan gelar yang melekat sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Kampus di Serpong tawarkan beasiswa untuk anak guru hingga karyawan
Pewarta: Achmad Irfan/IndriEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026