Tangerang (ANTARA) - Sinar Mas Land menghadirkan Wander Alley yang merupakan alfresco retail sekaligus urban hangout place di kawasan TOD Intermoda BSD City Tangerang dan terintegrasi dengan Stasiun KRL Commuter Line Cisauk hingga terminal bus BSD Link.

Managing Director Business Development Sinar Mas Land Perry P. Handjaya di Tangerang Rabu mengatakan, Wander Alley dibangun di atas lahan seluas 1,7 hektare dari pengembangan kawasan TOD Intermoda BSD City yang memiliki total keseluruhan lahan seluas 25 hektare.

Area komersial ini menyasar para commuters, transit user, komunitas, hingga masyarakat di BSD City dan sekitarnya.

Baca juga: Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD City mampu tampung hingga 7.000 jamaah

Berdasarkan data, jumlah penumpang kuartal pertama 2025 di Terminal Bus dan Stasiun Cisauk mencapai 582.622 penumpang dari jumlah penumpang pada kuartal pertama 2024 sebesar 431.088 atau naik sekitar 39,71 persen.

"Kenaikan mobilitas urban ini menegaskan pentingnya kawasan TOD sebagai simpul utama bagi mobilitas perkotaan. Proyek ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada kuartal keempat 2026," kata Perry dalam seremoni groundbreaking Wander Alley di kawasan TOD Intermoda BSD City.

Ia juga mengatakan, berdasarkan data Knight Frank Indonesia (2024), dalam tiga tahun terakhir telah dibangun 13 mal atau ritel berkonsep alfresco retail di Jakarta.

Baca juga: Sinar Mas Land luncurkan InnoLab, pusat kolaborasi startup dan teknologi

Fenomena ini menunjukkan bahwa popularitas konsep ritel ruang terbuka meningkat pascapandemi COVID-19, seiring perubahan perilaku masyarakat yang lebih memilih aktivitas di luar ruangan.

Maka itu kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai titik transit, tetapi juga menjadi destinasi hangout yang menawarkan beragam pengalaman, mulai dari kuliner, olahraga, hingga hiburan keluarga dalam satu lokasi.

Konsep ini sejalan dengan pengembangan TOD Intermoda BSD City karena Sinar Mas Land menjadi satu-satunya pengembang yang menghadirkan kawasan terpadu dengan fungsi hunian, komersial, dan ruang publik dalam satu radius yang dapat diakses dengan berjalan kaki dari pusat transportasi massal.

"Pada tahap pertama, kami akan mengembangkan alfresco retail sebanyak 39 unit dengan berbagai tipe ukuran, mulai dari 30 meter persegi hingga 1.000 meter persegi yang cocok untuk berbagai jenis usaha seperti restoran, bakery, kafe, dan bisnis lainnya," katanya.

Baca juga: Sinar Mas Land dukung program Monash Velos Accelerator

Terinspirasi dari ikon jalanan di Jepang dan Korea, Wander Alley menghadirkan konsep ruang indoor dan outdoor yang menghadirkan berbagai fasilitas, mulai dari area makan tenant F&B, gerai cepat saji (grab&go), playground, hingga communal event space.

Sejumlah international brand ternama telah memastikan kehadirannya dengan membuka cabang di lokasi ini.

Didesain oleh konsultan master planner internasional terkemuka, yakni Siura Studio dari Singapura, Wander Alley dirancang dengan pendekatan urban planning yang ramah lingkungan, nyaman, dan mendukung interaksi komunitas.

Sebagai urban hangout place yang menawarkan pengalaman bersantai dan berkumpul bersama, produk komersial ini hadir di tengah kawasan residensial padat penduduk BSD City, serta dikelilingi pusat perkantoran, bisnis, hingga fasilitas pendidikan maupun rekreasi.

"Wander Alley juga disiapkan untuk mendukung pengembangan proyek rekreasi berskala besar di BSD City, salah satunya BSD Secret Zoo yaitu taman wisata modern hasil kolaborasi Sinar Mas Land dengan Jawa Timur Park Group yang mengusung konsep Urban Zoo Safari Adventure dan kini tengah dalam tahap pembangunan," ujarnya.

Baca juga: Sinar Mas Land luncurkan komersial terbaru, Tanatara Business Avenue



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026