Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten Eneng Nurcahyati di Serang, Selasa, mengatakan tujuh kabupaten terpilih tersebut dinilai memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan ternak kerbau.
Eneng menyebutkan Banten menjadi tuan rumah penyelenggaraan rapat koordinasi (rakor) kegiatan penguatan pembibitan kerbau antarkabupaten terpilih se-Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Lebak pada Selasa ini.
"Kegiatan ini dihadiri para pakar dan ahli peternakan dari perguruan tinggi yang mendampingi tujuh kabupaten terpilih," kata Eneng.
Menurut dia, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan dukungan dana APBN 2014 melalui Direktorat Perbibitan Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Rakor tersebut dibuka Direktur Pembibitan Ternak Kementerian Pertanian, Abu Bakar SE, MM.
Adapun tujuh kabupaten terpilih untuk penguatan perbibitan kerbau adalah Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel); Kabupaten Lebak, Banten; Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng); Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB); Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan (Kalsel); Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).
Eneng menjelaskan tujuan kegiatan tersebut untuk mengevaluasi penyerapan anggaran yang masih rendah. Selain itu, mencari solusi dan upaya penguatan pembibitan kerbau daerah dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan populasi ternak kerbau yang saat ini cenderung turun karena berbagai faktor.
Ia mengatakan permasalahan peternakan kerbau cukup bervariasi, antara lain pola pemeliharaan yang masih tradisional, berkurangnya lahan pengembalaan, tingginya pemotongan pejantan, pemotongan ternak betina produktif.
Selain itu kekurangan pakan di musim tertentu, kematian anak kerbau yang cukup tinggi, rendahnya produktivitas dan pengembangan sistem pemeliharaan jerami, insentif sampai tata niaga dan pengolahan yang msh terbatas.
"Mengingat potensinya yang cukup baik untuk dikembangkan, maka Ditjen Peternakan berupaya agar tujuh kabupaten percontohan ini memiliki komitmen yang tinggi untuk mengembangkan ternak kerbau," katanya.
Data terakhir populasi ternak kerbau di Banten 2013 adalah 98.710 ekor dan populasi terbanyak di Kabupaten Lebak sebanyak 32.148 ekor. Kemudian di Serang sebanyak 25.621 ekor dan Pandeglang sebanyak 23.971 ekor.
Untuk Kabupaten Lebak, kata Eneng, sebagai daerah percontohan pembibitan kerbau dari 10 kelompok di tiga kecamatan, diharapkan dapat mempertahankan pertumbuhan yang positif dari populasi 32 ribu ekor dengan komposisi 10 ribu ekor jantan dan 12 ribu ekor betina.
Ia mengatakan upaya yang harus dilakukan untuk menjaga populasi kerbau tersebut, yakni mengawal untuk mengurangi pemotongan betina dan jantan produktif.
Upaya tersebut bisa melalui kebijakan pemerintah daerah (pemda) melalui penerbitan peraturan daerah untuk menahan banyaknya pemotongan kerbau, membuka lahan pengembangan kerbau dan kerja sama dengan pihak perkebunan.
Editor : Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026