Cikarang (ANTARA News) - Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Cikarang didukung penuh PT Trimitra membangun technopark sebagai upaya menghasilkan sumber daya manusia berkualitas untuk memenuhi  kebutuhan dunia industri dan teknologi yang terus berkembang.

"Saat ini kalangan usaha seringkali kesulitan mendapatkan SDM berkualitas, melalui kehadiran Technopark diharapkan dapat menjawab kesulitan tersebut," kata Founder Cikarang Technopark yang juga President Director PT Trimitra Chitrahasta Johan Tamsir kepada wartawan di Cikarang, Selasa.

Johan mengatakan lulusan sekolah kejuruan atau teknik itu cukup banyak, tapi yang benar-benar sesuai kualifikasi sangat sulit didapat.

Johan mengatakan, kalangan industri sering menurunkan kriteria dan memberikan pelatihan tambahan, asalkan pekerjaan tersebut bisa diisi.

Dalam setahun, perusahaannya yang memproduksi sekitar 400 item komponen otomotif ini membutuhkan sekurangnya 200 orang tenaga kerja baru.

Ke depan, kata dia, industri bahkan tidak hanya membutuhkan tenaga kerja, melainkan juga peneliti yang mampu menghasilkan berbagai inovasi.

"Budaya meneliti harus ditumbuhkan. Saya memimpikan Indonesia bisa memiliki kawasan terintegrasi seperti Silicon Valley dan kawasan lainnya di dunia," katanya.

Kesungguhan PT Trimitra dalam mewujudkan technopark ini memang tak main-main. Sejak diluncurkan setahun lalu, perusahaan ini sudah menggelontorkan dana sekitar Rp40 miliar.

"Dana terbesar dialokasikan untuk membangun gedung lima lantai yang berdiri di atas lahan seluas 6.800 meter persegi. Tentu komitmen ini tidak berhenti sampai di sini," jelasnya.

Dia berharap ke depan banyak perusahaan lainnya yang bersedia untuk turut serta dalam mengembangkan technopark ini.

"Tentunya kami membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak manapun," ujarnya.

Sedangkan, Co Founder Cikarang Technopark yang juga President Commisioner PT ATMI Bizdec dan Chairman ATMI Foundation BB Triatmoko SJ mengatakan, Cikarang merupakan kawasan industri yang besar, sehingga membutuhkan SDM yang terampil.

"People development menjadi sesuatu yang penting, karena ke depan yang dibutuhkan adalah SDM dengan keterampilan tinggi (high skill)," katanya.

Menurut dia, bersatu dan bersinerginya pihak akademisi, industri, pemerintah, dan stakeholder lainnya akan mampu menciptakan SDM yang berkualitas yang mampu menjawab tantangan dan kemajuan masa depan.

"Saya  berharap bahwa technopark ini menjadi sarana untuk membangun SDM yang siap pakai, dan menjadi jawaban atas kebutuhan industri," ujarnya.

Menurut dia, ATMI selaku lembaga pendidikan juga terus mengembangkan kurikulum sesuai dengan perkembangan kebutuhan. Salah satu mata kuliah baru yang dikembangkan adalah Mekatronika, yakni ilmu yang menggabungkan bidang manufaktur, mekanik, informatika, dan elektronika.

Sementara itu, beberapa program yang dicanangkan di Cikarang Technopark antara lain training, inkubator bisnis berbasis teknologi, pengembangan teknologi terapan dan lainnya.

Di lokasi ini juga dibangun laboratorium di bidang manufaktor yang berstandar internasional, yang akan diresmikan penggunaannya pada 4 Desember 2012.


 




Editor : Ganet Dirgantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026