Puluhan anak berkebutuhan khusus dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, unjuk bakat melukis dalam kegiatan Special Needs Art Festival (SNAF) 2019 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Dalam kegiatan digelar di Taman Hijau, Kantor Pusat UMP, Sabtu, anak-anak berkebutuhan khusus itu tampak asyik melukis sesuai dengan imajinasi mereka.

Salah seorang anak berkebutuhan khusus, Farrel Alvaro R.H. (9) mengaku melukis rumah. "Bikin rumah, sulit," kata siswa Kelas III SD Islam Terpadu Harapan Bunda, Purwokerto.

Peserta lainnya, Kalista (12) mengaku senang melukis dengan pensil sejak kecil.

"Saya senang melukis pemandangan. Kadang-kadang melukis di rumah, kalau bosan," katanya.

Sementara itu, Koordinator Acara SNAF 2019 Demas Adi Wicaksono mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memberi kesempatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus mengekspresikan kemampuannya di bidang seni rupa/lukis.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, guru, dan orang tua bahwa anak-anak berkebutuhan khusus tersebut mempunyai potensi yang bisa dikembangkan secara maksimal.

"Kita tidak memandang sebelah mata anak-anak berkebutuhan khusus, tetapi mereka punya prestasi yang luar biasa jika digali dan orang-orang itu memahami potensinya," kata dia yang juga Co Founder Sekolah 7 Langit.

Ia mengatakan selain kegiatan melukis, pihaknya juga menggelar pameran lukisan hasil karya 35 anak berkebutuhan khusus yang berasal dari berbagai sekolah di wilayah Banyumas, Purbalingga, Yogyakarta, dan Jakarta.

Menurut dia, 45 lukisan hasil karya 35 anak berkebutuhan khusus tersebut dipamerkan di lantai dasar Gedung Rektorat UMP.

"Kami juga menggelar seminar workshop parenting tentang anak berkebutuhan khusus. Besok (8/12) ada kegiatan visual art workshop, jadi kita belajar bagaimana teknik-teknik melukis dan mengajarkannya untuk anak-anak di sekolah," katanya. 

Pewarta: Sumarwoto

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2019